Mempertajam
Mengasah
Mengasah mempertajam
Pada setiap kesempatan asah dan tajam
Memaksa membiasakan
Terpaksa terbiasakan
Pendidikan memaksa tajam
Pendidikan terpaksa tajam
Membaca alam
Maulana Ihsan ibp ( 081413010969 )
Mempertajam
Mengasah
Mengasah mempertajam
Pada setiap kesempatan asah dan tajam
Memaksa membiasakan
Terpaksa terbiasakan
Pendidikan memaksa tajam
Pendidikan terpaksa tajam
Membaca alam
Mengulang batu
Mengulang kayu
Batu kayu mengulang
Me ngu la ng
Kaku batu
Kaku kayu
Mengulang batu dan kayu
Mengulang kaku
Waktu batu waktu kayu
Terbuang batu terpakai tidak kayu
Habis waktu batu kayu
Mengulang batu kayu
Batu mengulang
Kayu mengulang
Bangga
Hai,
Aku menulis ini sambil membayangkan kamu yang tiba-tiba kembali lagi saat itu...
Sengaja aku wanti-wanti agar tetap kaku dan dingin mengokohkan tameng hatiku agar tidak mudah luluh. Namun seiring waktu, kamu yang berbagi tulisan dalam video, kamu yang kembali dengan nada-nada akustikmu, kamu.... aku memutuskan berdamai dengan hati. Tulisan ini bukan umpatan penyesalan tentang betapa tidak berpendiriannya aku untuk tidak lagi lebur dalam rasa. Setidaknya aku berterima kasih, karena membuatku kembali untuk merasa, dan aku kembali menyadari, ternyata hatiku tidak sebegitu getirnya menerima asa. Sabtu kemarin, terima kasih untuk kabar yang kau janjikan. Meskipun waktu tenggangnya masih cukup untuk menunggu. Aku tahu itu bukanlah hal yang mudah untuk diutarakan. Terima kasih telah memyampaikannya dengan indah tanpa aku merasa sakit sedikitpun. Sambil membaca tulisanmu, Tuhan membelaiku dengan angin, Tuhan mendamaikan aku dengan derasnya suara hujan, Tuhan memelukku dan aku bahagia. Aku tidak menangis maupun membathin karena sejak awal aku memutuskan hanya mengikuti skenario Tuhan. Dari sekian alur yang aku didalamnya, akhirnya aku mengerti ternyata seperti ini rasanya ikhlas, melegakan.
Yang coba aku pahami adalah,
"Kita tidak saling memberi harapan...yang kita lakukan hanya mengupayakan takdir.
Namun jika Tuhan tidak berkenan bukan andil kita untuk saling menyalahkan ataupun merasa kalah..."
Rencana Tuhan selalu tepat
Tidak ada yang kurang maupun berlebih...
Tentang kekosongan yang masih menghampa di hati, semoga kelak terisi dengan gejolak yang lebih bercahaya, sehingga menghantam temaram sepi, di masing-masing kita.
Aku masih menjadi tari yang penasaran, bagian mana dari puisi-puisimu yang ada aku didalamnya😊 namun setidaknya dalam "pecahan katamu" ada aku dan tentang aku disana. Pecahan hatiku sangat berkilauan saat itu, bahkan masih sampai sekarang. Terima kasih "aku senang".
Maaf membuatmu membaca tulisan panjang ini, setidaknya aku memberitahumu bahwa tentang apa yang aku perankan dengan kamu sampai saat ini tidak sedikitpun aku menyesal. Aku senang kamu ada dimasa kecilku, dekat di masa aku yang masih dengan pencarianku sampai saat ini.
Maaf kembali jika disaat-saat hatiku tertaut denganmu, aku pernah mengukir salah yang membuat mu patah ataupun marah.
Aku tidak lagi berakhir dengan memutus dan mengoceh tentangmu dalam kata-kata lalu berharap kamu membaca dan menyadarinya bahwa yang aku maksud itu kamu😅🤭
Mari kita untuk tetap berteman, bertukar kabar, lalu berbahagia. Tempatmu masih tetap istimewa bagiku. Meskipun terkesan lawas, tidak ada yang salah dengan kata sahabat kan teman?🥰
Kemana kita
Sekali lagi aku tanya kemana kita
Tujuan kita kemana
Beberapa kali aku pernah ingin menyerah
Pergi meninggalkan lalu membuka lembaran baru
Bukan melupakanmu setelahnya
Kemana kita
Akankah diam saja
Cisauk, 29 Maret 2019
Jika kita tidak bersama lagi
Maka kita memang ditakdirkan untuk berpisah
Jika kita bersama lagi
Maka aku menolak
Aku kalau sudah pergi ya pergi saja
Jangan kembali
Aku sudah berusaha
Tapi dasar kau saja yang tidak mau
Jelas sudah jawabannya
Pergi sajalah
Jangan banyak alasan
Aku bisa tanpamu
Jakarta Selatan, 14 Maret 2019
Aku temukan kamu
Saat itu aku sering dengar suaramu
Ya hanya suara
Lalu aku dengar cerita tentang mu
Tapi hari ini
Ada kita
Ada cerita tentang kita
Aku tidak tahu sampai dimana cerita ini
Kita jalani saja
Semoga tidak bertepuk sebelah tangan
Aku mulai cemburu
Aku mulai menyayangimu
Semoga bukan pelarian
Karena kita sama-sama sedang kecewa
Lalu kita berjalan berdua
Lalu kau manja
Aku suka
Aku jatuh cinta
Lalu kau juga mungkin akan jatuh cinta
Aku yakin kau sedang menunggu
Sabar, jaga dirimu
Aku akan menemukan mu
Dimanapun kamu akan ku cari
Aku tidak akan berhenti mencari mu
Akan aku temukan dirimu
Dari pelosok negeri aku melangkah
Melewati jalan yang berliku-liku
Kadang aku terjatuh
Tapi itu tidak masalah
Aku ingin menemukanmu dengan caraku
Melewati selat
Melewati lembah
Melewati banyak tempat
Perjalanan ku menemukanmu akan menjadi kenangan indah dalam hidup ku
Akan kuceritakan nanti padamu
Akan kuceritakan pada anak-anak kita
Aku laki-laki biasa
Akan menemukan mu
Jakarta Selatan, 29 November 2018
Jadinya aku menduga-duga
Aku takut sebenarnya sering bertanya
Tapi jika tidak bertanya
Aku akan menduga-duga
Aku tak ingin
Apa lagi menduga-duga yang tidak baik akhirnya
Ini rencana tuhan yang memang membuat aku merasa sangat diperhatikan
Terima kasih tuhan
Jakarta Selatan, 25 November 2018
Aku laki-laki menunggu jawab
Aku datang jika kau bilang iya dan kaupun siap
Aku mundur jika kau bilang tidak
Untuk saat ini aku tak ingin meyakinkan
Aku serahkan saja pada tuhan
Cukup tuhan saja yang meyakinkan
Aku laki-laki menunggu jawab
Aku sudah berjalan untuk meyakinkan aku benar ingin
Aku sudah melakukan apa yang kau titahkan
Aku sudah menyampaikan jawaban
Aku laki-laki menunggu jawab
Aku datang jika iya dan kau siap
Aku mundur jika kau tidak
Aku laki-laki menunggu jawab
Bicaralah jangan diam
Kamu perempuan bukan patung perempuan
Tidak selalu indah kisah
Jakarta Selatan, 25 November 2018
Ak merasa dia bukan jodoh ku
Aku merasa dia tidak menginginkan ku
Aku yang merasa
Tapi apakah takdir Allah berbeda
Dulu sering aku sering merasa
Kamu jodoh ku
Dialah jodoh ku
Ini dia jodoh ku
Telah ku temukan jodoh ku
Lain hari ini, kenapa
Aku sudah siap menerima
Sudah biasa juga menerima
Aku terus berusaha menemukannya
Entah dia ada dimana
Aku akan menemukannya
Entah dia ada berapa
Aku akan menemukannya
Aku merasa
Gelisah menunggunya
Jakarta SeLatan, 24 November 2018
Hari ini aku rela
Ku lepas saja semua
Hati ini sudah biasa
Ada yang beda rasanya
Terima kasih sudah hadir meski sementara
Semua indah
Kenangan yang tidak terlalu banyak
Aku saja yang terlalu
Semoga
Jakarta Selatan, 23 November 2018
Aku hanya bisa berusaha dan berdoa
Berusaha yang halal
Berdoa kepada yang mencipta
Pagi ini jatuh cinta
Hati tak tahu kenapa
Aku cemas akan hal kali
Aku takut gagal
Tapi jika aku tidak mencoba aku tidak akan pernah tahu jawabannya
Sudahlah berjalan saja
Ikuti saja mau sang pencipta
Terus berusaha
Bukankah setiap manusia ada kisahnya masing-masing
Perjalanan ini sudah terlalu tidak menentu
Aku harus tetapkan pilihan
Menikah atau membujang lama
Merantau terus berjalan atau menikah dan terus berjalan
Kau temukan aku aku datangi kamu
Entah apa yang akan terjadi nanti
Sangat ingin aku tahu jawabannya
Jika bukan kamu aku tidak berhenti sampai disini
Tetes air kesedihan siap jatuh basahi pipi dan bumi
Aku mulai mencari jawaban tentang kamu
Aku ingin bersamamu
Aku ingin menikah denganmu
Akan kucari jawaban itu
Jakarta Selatan, 21 November 2018
Kemana saja tak ada kabar
Aku menunggu
Memang baru saja kita bertemu
Tapi apa daya hati sudah mulai merindu
Kau tahu
Aku malam ini takut
Takut aku patah lagi
Aku menangis
Rasa sendiri rasanya
Bagaimana cara untuk menjelaskannya padamu
Darimana harus aku mulai
Aku menginginkan kamu menjadi istri ku
Ika
Maaf jika aku membuat sedih
Sangat gelisah aku malam ini
Jakarta Selatan, 20 November 2018
Kucari kamu dimana
Dimana saja aku bisa
Kutemukan kamu dimana
Dibeberapa halaman yang indah
Mencoba melepaskan berbagai rasa
Mulai aku takut luka
Mulai aku takut patah
Meski sudah biasa
Angin pagi membawaku ke arahmu
Menikmati setiap langkah
Berharap Allah melancarkan perjalanan
Kutemukan kamu perempuan
Kudatangi kamu perempuan
Jadilah dan menjadi perempuanku
Berdua kita
Melewati masa yang tidak pernah kita tahu
Bahagiakah nanti
Bersama saja kita
Menikmati detik-detik yang tidak akan pernah kembali
Merasakan rasa yang kita upayakan tidak pernah habis
Kutemukan dan kudatangi
Kau yang awal menemukanku
Memulai rasa kita
Jakarta Selatan, 18 November 2018
Awal rasa
Memulai dengan dia
Perempuan serang cantik mempesona
Hati tergerak untuk menemuinya
Langkah terus mengarah pada janji di hari sabtu
Sempat takut aku menunggu
Dia datang tersenyum kearahku
Berjabat tangan diawal jumpa
Manja indah
Sudah lama aku tak merasa yang seperti ini
Doakan saja Allah menjodohkan kita dan orang tua merestuinya
Awal rasa
Aku belum jatuh cinta
Aku .....
Ingin lagi bertemu dia
Berjabat tangan lagi dengannya
Awal rasa
Ingin lagi dekat dengannya
Adakah kita dipertemukan
Jakarta Selatan, 18 November 28
Ya aku harap tidak ada lagi
Berjalan sendiri lagi
Sudah tak usah lagi
Ini yang terakhir
Jakarta Selatan, 4 November 2018
Setiap kita akan pergi
Menemui ajal kita masing-masing
Selamat jalan ipul adekku
Banyak kenangan tentang mu
Maaf tidak melihatmu untuk terakhir kali
Jakarta, 2 November 2018
Sudah lebih satu tahun
Aku menetap disini
Aku ingin pergi sebenarnya
Tapi aku takut
Tidak berani
Rasanya hilang keberanianku
Apakah sudah berat langkah ini
Aku laki-laki yang sendiri
Ingin melanjutkan perjalanan ke timur
Ingin mencoba hidup jauh dari rumah
Tapi kenapa aku disini
Jakarta Selatan 21 Oktober 2018
Tak pernah berhutang seperti ini
Enam bulan ini saya akan tetap disini, bagaimana mempertahankan setelah enam bulan ini
Jika saya mati
Jika ada yang mati
Dengan apa saya akan berjalan lagi
Harus lebih bisa
Harus bertahan
Mengambil yang tak pasti
Jadi guru saja aku lagi
Di pedalaman
Jauh dari keramaian bising ini
Jakarta Selatan 14 Oktober 2018
Ya sudah lama saya dengar
Istilah belankang layar
Menyenangkan memang
Lalu apa setelah ini
Apakah hanya mencoba
Mencintai apa yang dilakukan itu
Hujan tak jadi penghalang
Panaspun demikian
Begitu banyak tantangan tentu
Bagi pemula sepertiku
Jakarta Selatan, 26 September 2018
Hari terus saja berganti
Aku terus saja berjalan
Melanjutkan perjalanan ini
Tetap saja sendiri
Pelangi tidak lagi terlihat
Sebab hujan sudah lama tidak membasahi bumi
Merasakan terik panas ibu kota
Luka sudah mengering
Aku sudah semakin jauh
Meninggalkan kisah pilu
Kulihat aku sudah sangat jauh
Cinta
Jakarta Selatan, 25 September 2018
Aku laki-laki yang sangat mudah sekali suka pada perempuan
Cantik
Senyuman manis
Baik
Aku sangat mudah sekali mengungkapkan rasa
Walau pada akhirnya penolakan yang aku dapat
Aku tak mengapa
Yang penting aku sudah katakan apa yang aku rasa
Dia punyai senyum itu
Membuat jantungku berdetak tidak beraturan
Oh benarkah ini
Aku melihat fotonya
Sekalipun tak pernah bertemu
Mendengar suara saja
Jika aku jadi miliknya
Jika dia jadi milikku
Tapi dia sepertinya tidak suka berjalan jauh
Jakarta Selatan, 15 September 2018
Kamu yang sedang aku pikirkan
Kembali kamu ada dalam hidupku
Meski mungkin kau tak tau itu
E.S, kau sangat cantik, senyummu menggodaku untuk tetap jatuh kan hati padamu
Sudah aku coba untuj melupakanmu tapi saat aku lihat lagu fotomu
Lemah hati ini
Perempuan dijalan menuju danau
Alangkah beruntungnya laki-laki yang memilikimu nanti
Namun tentu aku berharap aku yang beruntung itu
Kau tau malam ini aku sangat ingin bertemu dengan mu
Ingin aku mengulang kenangaan malam itu
Saat kau duduk disampingku
Bahagia bila mengingatnya
Bahagia pernah berbicara denganmu
Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk makhluknya
Jakarta Selatan, 15 September 2018
Seorang perempuan
Cantik katanya
Berkhayal aku tentangnya
Ada dimasa depan dengannya
Jakarta Selatan, 12 September 2018
Rasanya belum lengkap
Entah apa itu
Tapi hari ini menyenangkan
Menikmati jakarta dari museum
Semoga tempat ini tetap bertahan sampai bila masa
Masuk ke museum hanya Rp. 5000 saja
Untuk yang ingin tahu sejarah jakarta datang saja ke museum Fatahillah
Ada di kota tua jakarta
Kalau ke jakarta harus ke kota tua
Harus ke museum Fatahillah
Kalau belum jadi belum lengkap rasanya
Jakarta, 25 Agustus 2018
Rasanya berada disini
Ruang gelap
Kecil berdiripun tak bisa
Luka yang harus terus diobati
Hari ini orang-orang tertawa disini
Bersenda gurau disini
Jakarta, 25 Agustus 2018
Orang pertama yang membuat bangsa Indonesia menjadi Budak
Ia mengajukan perbudakan ditanah hindia belanda
Dari Maluku
Dari Ambon
Dari Banda
Menjadi budak di Banten dan Jayakarta
Ongkos murah dan bekerja lebih cepat
Meninggal karena disentri tahun 1615
Jakarta, 25 Agustus 2018
Lahir di Ambersfoot 1568
Gubernur Jendral pertama
Meninggal di kepulauan Mauritius karna kapalnya tenggelam dalam perjalanan pulang pada tahun 1615
Tugas pertamanya sebagai Gubernur Jendral adalah mencari lokasi yang akan dijadikan pusat pemerintahan VOC
Atas izin Pangeran Wijaya Kusuma ia mendirikan loji di muara sungai ciliwung
Tempat ini menjadi cikal bakal pusat kota batavia dan pusat dagang kompeni seluruh Asia
Lahir di Amsterdam 22 Oktober 1583
Dipecat jadi Gubernur Jendral Batavia
Karena kritikannya terhadap VoC
VOC terlalu kejam katanya untuk bangsa yang beradab
Menjabat tahun 1616-1618
Dikenal dengan nama J.P. Coen
Lahir di Horn 8 Januari 1587
Ia memindahkan pusat VOC dari Banten ke Jakarta
Seorang Gubernur Jendral dua periode di Batavia
1618-1623 dan 1627-1629
Kesuksesan dalam perdagangan hanya mungkin dilakukan dengan militer dan politik
Jakarta, 25 Agustus 2018
Museum ini diresmikan 30 maret 1974
Diresmikan oleh Ali Sadikin
Gubernur Jakarta pada saat itu
Sangat ramai orang berkunjung
Hari ini saya juga mengunjunginya
Katanya bangunan ini bergaya arsitektur neoklasik abad ke 17
Bangunan museum ini pada awalnya adalah kantor balai kota batavia
Mulai dibangun 1627
Gubernur Jendral J.P. Coen yang membangunnya pertama kali
Bangunan inu juga digunakan sebagai Raad Van Justitie / dewan pengadilan dan juga College Van Scepenen / dewan kotapraja
Ada juga penjara
Disini pangeran Diponegoro pernah dipenjara
Cut Nyak dien juga
Jakarta, 25 Agustus 2018
Hari ini menuju kota tua jakarta
Naik trans Jakarta
Gratis
Sendiri memakai baju merah celana merah
Rencana mau masuk ke museum fatahilah di kota tua
Perjalanan ini menyenangkan
Mari kita mulai
Sendiri
Perjalanan
Tidak harus jauh
Tidak diam sudah cukup
Jakarta, 25 Agustus 2018
Pagi-pagi sekali aku bangun
Aku lanjutkan tidur
Aku buat dosa pagi-pagi sekali
Ketika matahari sudah menyinari
Aku menatapnya, melawan cahayanya
Silau saja yang ku dapat
Ku lihat awan berdebu
Ku hirup udara berdebu
Ada apa dengan tempat ini
Terdengar suara pesawat melintas
Sering
Kemana pesawat itu pergi
Aku ingin terbang
Kicau burung masih terdengar
Cuma "kokok" ayam tidak pernah ku dengar lagi
Aku yang merindukan suara malam
Jangkrik di pematang sawah
Lain makna disetiap kata
Ada yang kutuju disetiap tanda
Sebentar lagi sepertinya aku "gila"
Selamat pagi debu kota
Jakarta Selatan, 24 Agustus 2018
Lama sudah aku tidak menulis
Siapa yang akan membaca
Entah
Kutulis saja
Hari ini banyak sekali aku baca berita
Seperti biasa
Begitu banyak luka yang tertinggal
Namun obat luka tidak terhingga harganya
Yang "kaya" yang bisa mengobatinya
Jakart Selatan, 24 Agustus 2018
Semakin aku dekat denganmu semakin aku tidak bisa berbuat untukmu
Hari ini istimewa bagimu
73 tahun sudah merdeka
Aku bangga
Jakarta Selatan, 17 Agustus 2018
Aku menjaga tetap utuh
Tidak ingin merusak
Harapan saja
Tapi kau malam terus mendekat
Aku nekat
Aku siap masuk jurang
Biar aku sendiri saja kini
Nanti aku akan datang
Jangan siksa diri sendiri
Aku benar mencintai
Jakarta Selatan, 7 Agustus 2018
Tanam satu
Tumbuh banyak
Diambil daun
Diambil buah
Batangnya juga
Sejuk sepertinya dekat saja
Duduk menatap debu kota
Melihat awan yang tidak putih
Melihat gedung tinggi
Melihat burung terbang
Masih terdengar burung berkicau
Bunga suara pesawat
Memang benar burung
Suasana tenang
Jakarta Selatan 17 Juli 2018
Ini tentang kata orang
Kata orang untuk apa pergi
Jika sudah disini
Kata orang bodoh sekali meninggalkan yang sudah ada lalu mencari yang belum pasti
Kata orang
Menghabiskan waktu
Kata orang
Sia-sia saja
Kata orang
Tidak berguna
Kata orang
Hina
Dulu
Hati luka
Kini hati mulai menyembuhkan luka
Kata orang
Ya masih kata orang
Tulikan saja telinga kawan
#ibp_perjalanan
Ingat kau?
Dulu aku menulis
Tentangmu dan tentang inginku
Sudah hampir sampai
Pada bait akhir
Coba baca lagi
Semoga bait akhir itu nyata
Jakarta Selatan, 10 Juli 2018
Maafkan aku umak
Sudah menjadi anak yang tidak baik
Doakan saja aku mati cepat
Biar tidak ada malu kelak
Maafkan aku umak
Jakarta Selatan, 10 Juli 2018
Sudah gila aku
Tidak benar ini
Jelas, bahkan sangat jelas
Hancur sudah diri
Mati saja aku
Inikah aku
Bukan
Mati saja aku
Akan datang badai besar
Kapal akan karam
Kapal sudah rusak
Sudah banyak bocor
Tenggelam saja lalu mati
Mati lebih baikkah?
Aku sudah muak
Jakarta Selatan, 10 Juli 2018
Ingat gadis hitam dipematang sawah
Hitam kecil lincah
Malu-malu berjabat
Dulu
Sudah besar dia sekarang
Sudah banyak yang dia pikirkan
Sehat selalu gadis dipematang sawah
Jakarta Selatan, 7 Juli 2018
Ibu kota
Jakarta
Bukan banjir yang ku tunggu
Sebab setiap hujan beberapa dataran banjir
Hujan ibu kota
Sepertinya lama disini
Terus tidak berhenti dengan itu saja
Ingin berjalan lagi
Sudahkah ada yang menahan langkah untuk bergerak
Aku menunggu hujan ibu kota
Berharap bisa kembali
Jakarta Selatan, 1 Juli 2018
Kalau kita menikah
Siap kamu bahagia
Kalau kita menikah
Siap kamu sedih
Kalau kita menikah
Siap kamu senang
Kalau kita menikah
Siap kamu susah
Kalau kita menikah
Siap kamu berpindah rumah
Kalau kita menikah
Siap kamu membangun rumah
Kalau kita menikah
Siap kamu melihat aku
Setiap pagi
Setiap siang
Setiap malam
Kalau kita menikah
Siap kamu punya anak
Cepat
Lambat
Aku sudah siap
Kalau kita menikah
Jakarta Selatan, 30 Juni 2018
Ini...
mematahkan hati..
Menghadapi mata_mata bening itu..
Ini mungkin akan menjadi hari yg paling buruk...
Ini bisa jadi kesulitan terbesar untuk mereka..
Disini semua semakin jelas bahwa kubangan itu sama...
Kotor dan penuh permainan hewan tak berakal...
Nurani berontak saat suara seketika menciut ditelan doktrin-doktrin kemunafikan....
Mulut-mulut itu dg bebas berucap serapah
Tertawa dan menang dg argumennya...
Mata-mata buta itu...terlihat berdamai dg kepicikan...
Otak -otak kosong itu...terlalu naif
Memperkecil kemungkinan yg besar...
Membenarkan yang salah...
Dan membunuh yang seharusnya tidak "mati"....
^kecewa^
Air
Ingin aku minum
Ragu datang juga
Ya
Aku mengerti kenapa ada ragu
Untaian
Namamu bersama hembusan nafasku
Tidak berhenti
Aku mengerti inginmu
Inginku
Aku mengerti inginku
Namamu bersama hembusan nafasku
Rasa
Akan aku coba untuk lebih dekat
Satu menit saja sudah cukup
Aku akan memandangmu
Indah
Nyaman
Damai
Aman
Hariku denganmu
"Z"
Kamu
Aku sedang dalam perjalanan
Mampukah aku sampai padamu
Untuk apa semua ini
Ingin
Nanti kau akan mengerti
Goresan kecil dihatiku
Itu benar namamu
Namamu memang benar ada dihatiku
Sulit
Untuk menghilangkan tentu tidak mudah
Lihat saja pelangi
Indahkan
Tetap indah dari segala arah
Entah
Nanti kita akan bertemu
Takut kau akan pertemuan itu
Aku tidak
Hariku terasa bahagia
Pantai
Aku akan ajak kau ke pantai
Nanti disana aku pegang tanganmu
Tapi kalau tidak boleh
Aku pegang saja angin
Inginku sederhana
Tumbuh
Untukmu rasa itu ada
Malam selalu terbayang dirimu
Bercerita aku kepadamu
Untuk apa
Haruskah itu terus terjadi
Aku
Kau
Untuk bersama
Rumah
Untuk kita
Menetap berdua
Ada anak-anak
Khayalku tentang rumah
"I"
#ibp_perjalanan_untuk_seseorang
Sudah sangat jauh aku membayangkan
Kita duduk bercerita
Melewati musim hujan
Melewati musim panas
Sesekali aku tertawa
Tidak seperti ini sebelumnya
Sepertinya akan sangat sakit jika terjatuh
Melukis kamu dalam ingat
Sudah bisa
Jika yang kutunggu hanya bahagia
Tidak adil rasanya
Akan ada masanya sedih terasa
Pulang dan membawamu
Pulang dan kau menahanku
Sama saja
Jika jodoh
Aku ingin kita dekat
Allah sudah mengatur segalanya
Jakarta Selatan, 31 Mei 2018
Krik krik krik krik krik
Kira-kira begitulah kalau ditulis bunyinya
Masih ada jangkrik di kota yang sibuk ini
Biasanya aku dengar dikampung dulu
Kau tahu malam disini
Benar tidak yang kulihat
Aku hanya menuliskan
Aku melihat merek duduk dipinggir jalan itu
Bergantian
Tidak lama
Beberapa mobil berhenti
Ada sesuatu yang diberikan
Hujan dan panas
Aku tak tahu apakah mereka tak punya tempat
Tapi kenap mereka tidak berteduh saja disini
Berharap pada hujan mereka?
Berharap panas memberikan sesuatu
Belum banyak yang bisa kulakukan
Aku sendiri dan melihat
Jakarta Selatan, 29 Mei 2018
Aku melihat bulan malam ini
Enam puluh derjat
Kurang lebih seperti itu posisinya
Aku duduk diarah barat
Melihatnya seperti naik dari timur
Aku takut salah menuliskan
Jarak sebenarnya bukan jauh
Kita masih dalam batas yang sama
Setiap hari aku dengar pesawat lewat
Ingin aku ikut
Namun belum juga kesampaian
Kau tau pelangi
Aku menunggunya malam ini
Dulu pernah aku melihat
Pelangi melingkari bulan
Aku melihat bulan
Aku melihat pelangi
Sudah lama tidak
Jakarta Selatan, 29 Mei 2018
Sudah lama aku tidak berbicara lama
Terakhir itu di tahun 2012
Sekarang pokoknya bahagia
Karen sudah lama tidak merasakan
Selamat malam
Sudah itu saja yang ingin saya sampaikan
Akhirnya nanti ya terserah
Aku siap
Jakarta Selatan, 13 Mei 2018
Wisuda
Lalu apa
Apakah kau bingung
Atau kau santai saja
Atau kau bangga
Atau kau tak mengerti apa yang terjadi
Wisuda
Apa kau berpikir setelah wisuda kemana
Apa kau takut tidak tahu harus kerja dimana
Kau sarjana guru
Jadi kau bisa hidup dan menghidupi dimana saja
Saya rasa
Tidak seharusnya seorang guru takut berjalan jauh
Tidak seharusnya seorang guru bingung
Apa yang mau saya kerjakan
Saya rasa begitu
Saya rasa
Cukup waktu yang dulu
Waktu diajarkan bermacam-macam hal
Saya rasa
Guru bisa hidup dimana saja
Guru bisa hidup dan menghidupi dimana saja
Saya rasa guru tidak penakut
Perjalanan sendiri
Dulu ini bukan tentangmu
Namun pelan - pelan sekarang ini tentangmu
Tidak banyak perbendaharaan kata ku
Seperti biasa
Aku siap patah, siap hancur, tapi tidak pasrah
Hari ini sabtu akhir maret 2018
Aku duduk sepuluh menit di borobudur
Memandang candi memikirkan mu
Apa mau kau "kesini" denganku
Atau aku "kesana" dekat dengan mu
Apa kau mau "jauh"
Atau aku "mendekat" padamu
Atau kau akan benar patahkan aku
Memang berharap selalu pada tuhan
Jika pada manusia
Jelas aku harus siap kecewa
Perbendaharaan kataku sedikit saja
Pagi sekali aku sampai di prambanan
Menyenangkan sampai disini
Lelah, haus, lapar
Aku melihat sepeda
Sepertinya menyenangkan bersepeda
Mengelilingi prambanan bersamamu
Aku tersenyum
Kau tahu kisah tentang prambanan
Aku mau mencoba
Bukan seribu candi yang aku buat
Tapi seribu puisi akan ku tulis untukmu
Aku tersenyum
Aku sedang sendiri
Menatap prambanan dari jauh
Sampai aku diperjalanan pulang
Tapi tidak akan bertemu denganmu
Tiba aku di jakarta
Ingin lanjut ke sumatera
Tapi aku belum punya-apa apa
Perbendaharaan kata ku belum seberapa
Aku masih menata
Tidak punya apa-apa
Lagu yang ku dengar pagi ini dihari kedua dalam April
Aku memaksa
Agar jelas jawabannya
Batu juga diam, kau kan bukan batu
Aku merasa kau tau lagu itu
Jakarta Selatan
Rindu kampung
Rindu itu obatnya pulang
Rindu seseorang
Rindu itu obatnya bertemu
Rindu kenangan
Rindu itu obatnya menciptakan kenangan
Rindu tuhan
Namun
Jika rindu itu diobati hati akan sakit
Akan ada yang menjadi kenangan
Akan ada yang ditinggal
Akan ada yang sulit kembali
Jadi rindu tak usah dikasih obat
Biarkan saja
Lama-lama dia akan menjadi obat penenang
Jakarta Selatan, 25 Maret 218
Saat aku bersedih
Aku ingin menangis
Menangisku ingin ditemani
Aku ingin memeluk
Ingin bersandar
Saat aku bersedih
Aku butuh dipeluk
Jakarta Selatan, 13 Maret 2018
Hai perempuan pagi yang sedang memasak
Aku kira kau memasak nasi di dinding
Atau memasak air di dinding
Ternyata kau memasak gulai di api
Perempuan pagi berkabar berita aku denganmu
Aku sedang merasa bahwa aku mulai ingin dekat
Mungkin kau tidak
Lalu biarlah angin berhembus
Badai tidak mengapa
Asalkan jika bersama di dekatmu
Namun tidak untuk kembali cepat berdua di pelaminan
Biarlah hujan
Lalu panas
Atau biarlah panas
Lalu hujan
Akan ada pelangi juga nantinya
Namun akan ada yang semakin menjadi tua
Ada yang akan rapuh
Biar saja petir
Tetaplah bahagia
Jakarta Selatan, 11 Marer 2018
Setiap ciptaan tuhan memiliki rasa
Begitu juga aku
Aku memilikinya
Berbagai rasa
Ad satu rasa yang aku curiga
Rasa cinta
Aku curiga rasa cinta hanya untuk sementara saja
Habis manis sampah akan dibuang
Kira-kira begitulah rasa cinta
Namun aku ragu mengambil kesimpulan
Sebab ad rasa cinta yang belum hilang
Belum ku buang
Hari ini di jakarta
Aku jatuh cinta
Banarkah ini rasa cinta
Ingin aku mengungkapkan
Tapi sayang
Aku tak sanggup untuk kembali pulang
Jakarta Selatan, 11 Maret 2018