Sudah terjadikah bosan itu
Diusirkah aku
Terima kasih sudah mengingatkan
Mungkin benar begitu
Harus lebih cepat aku pergi
Jakarta Timur, Ciracas 29-10-2017
Sudah terjadikah bosan itu
Diusirkah aku
Terima kasih sudah mengingatkan
Mungkin benar begitu
Harus lebih cepat aku pergi
Jakarta Timur, Ciracas 29-10-2017
Sudah pernah rasanya aku menulis tentang konco arek yang satu ini
Refmi Yulina namanya
Dulu dia penggemar ZigaZ Band
Bangga sangat dia
Ceritanya di kota padang
Merayakan ulang tahun Kronzi
Antahlah
Penggemar setia memang kadang gila
Merayakan ulang tahun dengan hanya dua penggemar
Aku menemani saja
Pernah suatu waktu
Konco arek bongak
Kenangan ini sulit aku lupakan
Kami ke padang panjang
Lalu ke bukittinggi
Berdua saja kami pergi
Tak tahu dia ingat atau tidak
Tapi satu yang aku sesali
Aku tak pernah gandeng tangannya saat berjalan
Kenapa aku tidak berani ya
Apa aku takut jatu hati padanya
Mungkin
Sekarang dia di kota padang
Katanya mau merantau
Ditinggalnya kampung
Ditingalnya pekerjaan
Dia nekad
Belum ada yang kutemui senekad dia
Sabar saja
Jalanmu tidak akan hilang
Teruslah melangkah
Kau akan tahu pengalaman itu sangat mahal harganya
Selamat berjuang kawan
Konco arek bongak
Selamat menikmati perjalanan
Cepatlah kembali
Jangan berlama-lama disatu tempat
Sebab kau sudah semakin tua
Jakarta Timur, 29-10-2017
Rindu aku bertemu kalian
Tak pernah lagi kalian menyapa
Mungkin sebab sudah sibuk dengan keluarga
Aku sekarang jauh dari kalian
Mengingat aku tentang kita
Saat kau meminta nanas
Harus belinya dipasar
Kau sedang mengidam
Saat aku datang menemuimu jauh ke bukittinggi
Kau belikan aku ayam goreng untuk bekal perjalanan pulang
Semoga kelak dihari depan nanti kita bisa bertemu
Bercanda lagi seperti dulu
Kalian sahabatku
Sudah lewati badai
Sudah lewati gelombang
Ingat saat berjumpa disebuah kedai lontong di kota padang
Saat itu aku yang salah
Kenapa aku tidak memelukmu
Meminta maaf
Sebab jelas sangat itu salahku
Pernah dulu aku gandeng tanganmu waktu ngidam
Alamak berjalan di taman
Kau ingin difoto
Ku foto saja tangan kita
Kau datang kerumahku
Meski sebentar tapi berkesan
Menetes air mata
Cengeng sebenarnya
Tapi setelah kau pergi
Aku salah juga
Masih jelas dalam ingatan
Saat kau sedang butuh aku
Aku tidak hadir
Seharusnya aku ada disana
Harusnya aku yang mengantarmu kerumah sakit
Malam ini aku mengenang kisah kita
Mengenang kalian berdua
Semoga kalian bahagia
Meski kita tidak bertemu lagi
Dan entah kapan akan berjumpa
Aku rindu kalian
Untuk sahabatku AP dan AM
Jakarta Timur, 28 Oktober 2017
Bukan salah
Namun sudah terjadi
Seharusnya tidak aku memulai
Sendiri berjalan itu lebih bebas
Menyenangkan
Tidak ada beban
Hanya pikirkan diri sendiri
Kalau berteman
Tidak bebas hendak pergi kemana
Terlalukah aku cepat bosan
Lamalah semua rasa ini
Ingin aku mengakhiri
Aku ingin berjalan sendiri
Masih banyak tempat yang ingin aku kunjungi
Aku ingin bebas
Namun apa daya
Hati sudah siap patah
Jakarta Timur, 28 Oktober 2017
Dua puluh tujuh hari
Aku tinggalkan tanah itu
Halaman yang setiap purnama selalu digenangi air laut
Jalan yang mulai ramai
Sebelas hari sudah aku tidak dipulau sumatera
Apa yang sudah aku lakukan
Meninggalkan segala kenyamanan yang ada
Tidur diatas kardus
Hidup menumpang
Untuk makanpun menumpang
Segalanya menumpang
Mencari pekerjaan memang tidak mudah
Namun rezeki tidak akan pernah salah tempat
Jika bukan disini
Tentu pelan-pelan aku juga melangkah lagi
Kampung halaman selamat tinggal
Tidak tahu aku kapan kembali
Mungkin nanti
Ketika tubuh terbujur kaku sendiri
Jakarta, ciracas, 27 Oktober 2017
Kau benar berjodoh dengan apa yang aku kirim
Apa denganku juga?
Meski salah alamat tapi sampai juga padamu akhirnya
Harus masuk pada tumpukan yang tidak jelas tujuannya
Entah dibuang atau dikembalikan pada pengirimnya, jika tak berjodoh denganmu yang aku kirim itu
Jodoh, hmmm jodoh ya
Berjodohkah kita
Kau tinggal dibagian barat
Aku berjalan ke arah timur
Bertemukah kita nanti
Sedari awal aku sudah mulai memikirkan jarak
Namun berani saja memulai sudah bagus untukku
Sebab aku sudah siap untuk kecewa
Lagi, ya kecewa lagi
Atau kau yang aku kecewakan
Nurhasanah
Gadis Sarolangun indah suaranya
Kau tau apa sebenarnya yang membuat aku mulai jatuh cinta lebih banyak setiap harinya
Mari kita buktikan jodoh itu sudah ditetapkan
Sekali lagi
Kau tinggal dibagian barat aku berjalan ke arah timur
Bertemukan kita nanti
Jakarta Timur, Ciracas, 27 Oktober 2017
Selalu aku beri semangat hati
Diri sendiri
Meski kadang sudah letih juga terasa
Jauh tidak terlalu jauh
Namun langkah tentu tidak berhenti
Berbalik arahpun adalah salah
Lalu pasti ada yang bertanya
Apa yang sedang dicari
Apa yang di inginkan
Bukan kah semuanya sudah ada didepan mata
Untuk apa terus berjalan
Jangan cemas kawan
Biar gelisah ini habis
Biar gelisah ini pergi
Setiap orang berbeda-beda
Ada yang gila
Ada yang pura-pura gila
Lihat saja apa yang bisa kau lihat
Terdiam aku
Biarkan, tak usahlah kau risau
Biar gelisah ini resah
Nanti ditemukan juga yang dicari
Yang tidak akan kau dapatkan
Tentu juga yang tidak aku dapatkan
Bukan milik kita
Bersyukurlah masih bisa beranafas bebas
Ciracas, 26 Oktober 2017
Tiba-tiba aku panik, rasanya
Mencari jalan untuk cepat
Jalani prosesnya, jangan gegabah
Rezekimu itu ada
Sebab kau sudah berusaha
Berusahalah sungguh-sungguh
Jangan pani
Kepanikan akan membuatmu tidak fokus
Selamatkan hari ini
Demi hari depan nanti
Jakarta timur, 24 Oktober 2017
DATA PRIBADI
Nama : MAULANA IHSAN
Tempat & tanggal Lahir : Air Bangis 10
Oktober 1991
Alamat Domisili : Jln. Asmin 1 No 8 RT 05 RW 03, Kel. Susukan, Kec. Cirasacas, Jakarta Timur
No. HP : 0813 6478 3369
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Belum Menikah
PENDIDIKAN FORMAL
SD 08 Sungai Beremas
SMP N 1 Sungai Beremas
MAN 1 Sungai Beremas
IAIN Padang
Hiburan dalam perjalan
Jika lebih tentu itu nilai tambah
Mendapatkan tentu bahagia
Biar membawa senyum setiap hari
Menemani perjalanan yang belum berakhir
Mungkin kita bisa
Laut membatasi
Gunung menjulang tinggi
Bersamamu
Aku penghibur
Atau aku dihibur
Ciracas, 22 Oktober 2017
Akhirnya air mata menetes
Membaca, Kangen ya dari adik
Rindu jelas hati ini
Ingin memeluk
mencium membuatnya menangis
Namun langkah sudah jauh
Kembali harus membawa sesuatu
Atau, mati saja disini seperti mamak itu
Tidak pulang
Terbujur kaku sendiri
Jakarta Timur, 22 Oktober 2017
Jika ada yang lain silahkan
Aku sudah siap hancur lebur
Siap juga untuk memulai lagi
Sudah biasa juga
Jika bersembunyi
Jangan, lebih baik berterus terang
Untukmu aku siap untuk bersaing
Untukmu aku siaplah
Memang pantas kau diperjuangkan
Bukan membandingkan
Tapi kau berbeda
Semoga aku tidak kedua
Semoga bukan pelarian saja
Jelaslah aku bertanya
Ciracas, 22 Oktober 2017
Tekad dan nekad
Mati atau hidup
Gunung sudah didaki
Lautpun sudah diseberangi
Mencari kerja ketanah jawa
Tanah dimana sangat padat penduduknya
Langkah disini harus cepat
Jika tidak cepat tentu akan tertinggal
Jika tertinggal maka bersiaplah untuk terinjak
Ciracas, 22 Oktober 2017
Pagi ini aku menulis
Rasa yang baru
Pada Nurhasanah
Belum pernah berjumpa
Sudah benarkah ini rasa?
Kenapa dia berkata iya
Kenapa tidak
Tentu aku bertanya
Pada siapa
Entahlah, ini cintakah?
Pagi
Kutunggu selalu kabarnya
Oktober 2018 hampir berakhir
Sampaikah pada janji
Siapkah menepati
Atau peghibur sajakah kisah
Ciracas, 22 Oktober 2017
Kuhabiskan sisa hidup diperjalanan
Sia-sia
Tentu tidak
Sampai ada yang menahan
Sudah cukup perjalananmu
Ya ada yang menahan
Sudah cukup perjalananmu suamiku
Kalimat yang paling aku tunggu
Aku impikan
Berharap tentu, tapi siap kecewa
Siap tidak ada yang menahan
Siap berjalan sendirian
Siap dengan tantangan sendirian
Siap dengan segalanya
Sedangkan awan tetap tidak pernah sama bentuknya
Tetapi tetap ada
Layari sudah segalanya
Kau nanti tahu dimana tempat singgah yang baik
Harus bertemu tentu tidak
Menuju tempat
Dan masih dalam perjalanan
Jakarta Timur , 21 Oktober 2017`
Sudahlah, cukup jatuh cinta
Jangan kau tebar benih rasa terlalu banyak
Bukankah pada akhirnya akan berakhir juga
Ya cara berakhirnya yang berbeda
Disini bukan tempatnya bermain
Ingat tujuan untuk mencari uang
Susukan, Ciracas, Jakarta Timur 21-10-2017
Terima kasih sudah mengerti
Terima kasih sudah menasehati
Sebab datang dengan nekad tentu tidak membuahkan hasil yang baik
Persiapkan diri
Tentu dengan sesuatu yang sudah ada
Darisanalah saya merasa aku butuh
Jakarta, 20-10-2017
Ingin ku kabarkan kepada dunia
Bahwa aku memang mencinta
Ingin kukatakan pada semua
Bahwa aku sedang jatuh cinta
Padamu, benar kepadamu
Ku ambil pisau
Ku ambil palu
kuhujam kejantungku
Agar aku tak bernafas lagi
Jika aku tidak bersamamu
Sulit untuk mendapatkan
Mati aku hadapi
Kelak aku akan pergi
Jika memang bukan disini
Kau perempuan yang mengunci hati
Jika kau dekatku bergandengan tangan bukan tanganku
Hancur lebur harapan ini
Akhiri saja kisah
Lalu pergi berjalan jauh meninggalkan desa
Lepaskan
Luka
Lepaskan
Sempat menjadi pengagum rahasia
Melihat-lihat jauh lalu ya sudahlah
Tidak ada harapan
Lalu tiba waktu untuk berani
Pelan namun tidak sia-sia
Tidakkah nanti berakhir sama
Pencipta yang tahu
Mulai mengenal dan mendengar suara
Mulai bertanya dan bercada ria
Mulai segala dari tidak ada menjadi ada
Ketakutan
Ada
Yang dulu sudah hilang
Mengalirlah
Berhentilah ditempat yang indah
Berusahalah lebih keras
Sebab pantas dia mendapatkan
Kau hadir diwaktu tepat
Aku mengira awal hanya bercanda
Namun ternyata begini cerita saat ini
Sulit merangkai kalimat
Namun aku tetap mencoba
Menikahlah denganku
Jadilah
Mari bahagia bersama
Temani aku dari tidak ada menjadi ada
Mencari sampai jauh
Setelah kutinggalkan pulau sumatera
Kujatuh cinta
Kuditarik kembali kepadanya
Pada pulau sumatera
Mencari menemukan
Cahaya kebaikan
Kau tidak pernah kita berjumpa
Namun berani kau menginkat hati untuk siap terluka
Ini tidak yang pertama
Aku yang tidak akan berhenti
Aku yang akan terus berjuang
Hadirlah
Betahlah
Mungkin nanti bahagia
Namun siapkan hati
Untuk luka
Kecewa
Merana
Bahagia tentu ada
Tapi tidak mudah sampai pada bahagia
Kenapa aku mulai menyukai
Karena kau generasi penghafal Al Qur'an
Karena kau pembaca Al Qur'an
Karana kau melaksanakan perintah Al Qur'an
Bukan kah aku tak pernah berjumpa denganmu
Itu bukan masalah
Sebab aku akan menemui
Kau doakan saja yang terbaik
Kita dan takdir kita
Jika aku sudah bersamamu
Tidak aku berjalan sendiri lagi
Cahaya Kebaikan
pelan-pelan aku mulai menulis
tentang Nur tentang Hasan yang
berakhiran Ah
kuberanikan menyapa
lalu kucoba menyentuh tepat dihatinya
sampai sekarang masih dalam
mencoba,
nanti kita bisa berjumpa
jika sendiri masih berjalan
kita lanjutkanlah berdua
seperti yang orang banyak bilang, kau
juga pernah tulis
pantaskanlah
kira-kira begitulah akhir dari kisah
Ndo kan lupo bage mbo samo kampuang ndo
Nan joleh kinin ko bajalan jauh ambo dulu
Sakali-sakali baliak juo teh nyo
Koma pulo teh kan pulang
Kalau indok pulang ka kampung
Jauh teh tan malaka bajalan le, dunia ko yang dikalilinginyo
Balik juo jadinyo tan malaka tu ka kampungnyo
Kok dapek iduk sonang di kampuang ughang yo basyukurlah awak pulo
Biso juo pulang kampung
Tapi kok zoki indo lai yo ba a le, tahankan ajolah dulu
Toghuh bausaho, mano tau dijadikan tuhan juo awak ughang kayo,
Kinin ko baghu dipayakumbuh ambo
Ontah lamo disiko ontah sabonta ndo lo tau mbo ndo
Yang penting ambo bajalan ajo dulu
Untuang-untuang lai sonang akhirnyo
Ghindu kampuang indok
Tapi taghagak ajonyo
Aia Bangih kampuang ambo
Bagga mbo jadi ughang aia bangih
Sebab kok indo lai aia bangih tu ndo lai kampuang mbo ndo
Kali pertama saya meminta pada yang jauh
Semoga tidak kecewa
Sebab rasa kecewa meninggalkan bekas
Mencoba lupa jangan
Sebab semua sudah dilewati
Hari minggu satu oktober dua ribu enam belas
Aku pergi meninggalkan kampung halaman
Mempertaruhkan segalanya
Untuk kembali dengan kebahagiaan dan kebanggaan
Laut yang sempat memberi kehidupan aku tinggalkan
Pada gunung aku titipkan harapan
Perjalanan hari ini
Ada air mata meski tidak menetes
Sudah kuputuskan aku akan berjalan
Meski sendiri
Namun tuhan selalu bersama di hati
Selamat menempuh perjalanan
Aku Maulana Ihsan