Minggu, 29 Oktober 2017

Sudah Terjadikah

Sudah terjadikah bosan itu
Diusirkah aku
Terima kasih sudah mengingatkan
Mungkin benar begitu

Harus lebih cepat aku pergi

Jakarta Timur, Ciracas 29-10-2017

Untuk Konco Arek Bongak

Sudah pernah rasanya aku menulis tentang konco arek yang satu ini

Refmi Yulina namanya
Dulu dia penggemar ZigaZ Band
Bangga sangat dia
Ceritanya di kota padang
Merayakan ulang tahun Kronzi
Antahlah
Penggemar setia memang kadang gila
Merayakan ulang tahun dengan hanya dua penggemar
Aku menemani saja

Pernah suatu waktu
Konco arek bongak
Kenangan ini sulit aku lupakan
Kami ke padang panjang
Lalu ke bukittinggi
Berdua saja kami pergi

Tak tahu dia ingat atau tidak
Tapi satu yang aku sesali
Aku tak pernah gandeng tangannya saat berjalan
Kenapa aku tidak berani ya
Apa aku takut jatu hati padanya
Mungkin

Sekarang dia di kota padang
Katanya mau merantau
Ditinggalnya kampung
Ditingalnya pekerjaan
Dia nekad
Belum ada yang kutemui senekad dia

Sabar saja
Jalanmu tidak akan hilang
Teruslah melangkah
Kau akan tahu pengalaman itu sangat mahal harganya

Selamat berjuang kawan
Konco arek bongak
Selamat menikmati perjalanan
Cepatlah kembali
Jangan berlama-lama disatu tempat
Sebab kau sudah semakin tua

Jakarta Timur, 29-10-2017

Sabtu, 28 Oktober 2017

Untuk Sahabat

Rindu aku bertemu kalian
Tak pernah lagi kalian menyapa
Mungkin sebab sudah sibuk dengan keluarga

Aku sekarang jauh dari kalian
Mengingat aku tentang kita
Saat kau meminta nanas
Harus belinya dipasar
Kau sedang mengidam

Saat aku datang menemuimu jauh ke bukittinggi
Kau belikan aku ayam goreng untuk bekal perjalanan pulang

Semoga kelak dihari depan nanti kita bisa bertemu
Bercanda lagi seperti dulu
Kalian sahabatku
Sudah lewati badai
Sudah lewati gelombang

Ingat saat berjumpa disebuah kedai lontong di kota padang
Saat itu aku yang salah
Kenapa aku tidak memelukmu
Meminta maaf
Sebab jelas sangat itu salahku

Pernah dulu aku gandeng tanganmu waktu ngidam
Alamak berjalan di taman
Kau ingin difoto
Ku foto saja tangan kita

Kau datang kerumahku
Meski sebentar tapi berkesan
Menetes air mata
Cengeng sebenarnya
Tapi setelah kau pergi

Aku salah juga
Masih jelas dalam ingatan
Saat kau sedang butuh aku
Aku tidak hadir
Seharusnya aku ada disana
Harusnya aku yang mengantarmu kerumah sakit

Malam ini aku mengenang kisah kita
Mengenang kalian berdua
Semoga kalian bahagia
Meski kita tidak bertemu lagi
Dan entah kapan akan berjumpa
Aku rindu kalian

Untuk sahabatku AP dan AM

Jakarta Timur, 28 Oktober 2017

Bebas Jalan Sendiri

Bukan salah
Namun sudah terjadi
Seharusnya tidak aku memulai
Sendiri berjalan itu lebih bebas
Menyenangkan
Tidak ada beban
Hanya pikirkan diri sendiri

Kalau berteman
Tidak bebas hendak pergi kemana
Terlalukah aku cepat bosan

Lamalah semua rasa ini
Ingin aku mengakhiri
Aku ingin berjalan sendiri
Masih banyak tempat yang ingin aku kunjungi

Aku ingin bebas
Namun apa daya
Hati sudah siap patah

Jakarta Timur, 28 Oktober 2017

Jumat, 27 Oktober 2017

Tanah Kampung

Dua puluh tujuh hari
Aku tinggalkan tanah itu
Halaman yang setiap purnama selalu digenangi air laut
Jalan yang mulai ramai

Sebelas hari sudah aku tidak dipulau sumatera
Apa yang sudah aku lakukan
Meninggalkan segala kenyamanan yang ada

Tidur diatas kardus
Hidup menumpang
Untuk makanpun menumpang
Segalanya menumpang

Mencari pekerjaan memang tidak mudah
Namun rezeki tidak akan pernah salah tempat

Jika bukan disini
Tentu pelan-pelan aku juga melangkah lagi

Kampung halaman selamat tinggal
Tidak tahu aku kapan kembali
Mungkin nanti
Ketika tubuh terbujur kaku sendiri

Jakarta, ciracas, 27 Oktober 2017

Jodoh

Kau benar berjodoh dengan apa yang aku kirim
Apa denganku juga?
Meski salah alamat tapi sampai juga padamu akhirnya
Harus masuk pada tumpukan yang tidak jelas tujuannya
Entah dibuang atau dikembalikan pada pengirimnya, jika tak berjodoh denganmu yang aku kirim itu

Jodoh, hmmm jodoh ya
Berjodohkah kita
Kau tinggal dibagian barat
Aku berjalan ke arah timur
Bertemukah kita nanti

Sedari awal aku sudah mulai memikirkan jarak
Namun berani saja memulai sudah bagus untukku
Sebab aku sudah siap untuk kecewa
Lagi, ya kecewa lagi
Atau kau yang aku kecewakan

Nurhasanah
Gadis Sarolangun indah suaranya
Kau tau apa sebenarnya yang membuat aku mulai jatuh cinta lebih banyak setiap harinya
Mari kita buktikan jodoh itu sudah ditetapkan

Sekali lagi
Kau tinggal dibagian barat aku berjalan ke arah timur
Bertemukan kita nanti

Jakarta Timur, Ciracas, 27 Oktober 2017

Kamis, 26 Oktober 2017

Gelisah

Selalu aku beri semangat hati
Diri sendiri
Meski kadang sudah letih juga terasa
Jauh tidak terlalu jauh
Namun langkah tentu tidak berhenti
Berbalik arahpun adalah salah

Lalu pasti ada yang bertanya
Apa yang sedang dicari
Apa yang di inginkan
Bukan kah semuanya sudah ada didepan mata
Untuk apa terus berjalan

Jangan cemas kawan
Biar gelisah ini habis
Biar gelisah ini pergi
Setiap orang berbeda-beda
Ada yang gila
Ada yang pura-pura gila

Lihat saja apa yang bisa kau lihat
Terdiam aku
Biarkan, tak usahlah kau risau
Biar gelisah ini resah
Nanti ditemukan juga yang dicari
Yang tidak akan kau dapatkan
Tentu juga yang tidak aku dapatkan
Bukan milik kita
Bersyukurlah masih bisa beranafas bebas

Ciracas, 26 Oktober 2017

Selasa, 24 Oktober 2017

Kepanikan

Tiba-tiba aku panik, rasanya
Mencari jalan untuk cepat
Jalani prosesnya, jangan gegabah

Rezekimu itu ada
Sebab kau sudah berusaha
Berusahalah sungguh-sungguh

Jangan pani
Kepanikan akan membuatmu tidak fokus
Selamatkan hari ini
Demi hari depan nanti

Jakarta timur, 24 Oktober 2017

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI
Nama : MAULANA IHSAN
Tempat & tanggal Lahir : Air Bangis 10
Oktober 1991
Alamat Domisili : Jln. Asmin 1 No 8 RT 05 RW 03, Kel. Susukan, Kec. Cirasacas, Jakarta Timur
No. HP : 0813 6478 3369
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Belum Menikah

PENDIDIKAN FORMAL
SD 08 Sungai Beremas
SMP N 1 Sungai Beremas
MAN 1 Sungai Beremas
IAIN Padang

Minggu, 22 Oktober 2017

Penghibur

Hiburan dalam perjalan
Jika lebih tentu itu nilai tambah
Mendapatkan tentu bahagia

Biar membawa senyum setiap hari
Menemani perjalanan yang belum berakhir
Mungkin kita bisa

Laut membatasi
Gunung menjulang tinggi
Bersamamu
Aku penghibur
Atau aku dihibur

Ciracas, 22 Oktober 2017

Air

Akhirnya air mata menetes
Membaca, Kangen ya dari adik
Rindu jelas hati ini
Ingin memeluk
mencium membuatnya menangis

Namun langkah sudah jauh
Kembali harus membawa sesuatu
Atau, mati saja disini seperti mamak itu

Tidak pulang
Terbujur kaku sendiri

Jakarta Timur, 22 Oktober 2017

Jika Ada Lain

Jika ada yang lain silahkan
Aku sudah siap hancur lebur
Siap juga untuk memulai lagi
Sudah biasa juga

Jika bersembunyi
Jangan, lebih baik berterus terang
Untukmu aku siap untuk bersaing
Untukmu aku siaplah

Memang pantas kau diperjuangkan
Bukan membandingkan
Tapi kau berbeda
Semoga aku tidak kedua
Semoga bukan pelarian saja

Jelaslah aku bertanya

Ciracas, 22 Oktober 2017

Mencari Kerja

Tekad dan nekad
Mati atau hidup
Gunung sudah didaki
Lautpun sudah diseberangi

Mencari kerja ketanah jawa
Tanah dimana sangat padat penduduknya
Langkah disini harus cepat
Jika tidak cepat tentu akan tertinggal
Jika tertinggal maka bersiaplah untuk terinjak

Ciracas, 22 Oktober 2017

Pagiku

Pagi ini aku menulis
Rasa yang baru
Pada Nurhasanah
Belum pernah berjumpa
Sudah benarkah ini rasa?

Kenapa dia berkata iya
Kenapa tidak
Tentu aku bertanya
Pada siapa
Entahlah, ini cintakah?

Pagi
Kutunggu selalu kabarnya
Oktober 2018 hampir berakhir
Sampaikah pada janji
Siapkah menepati

Atau peghibur sajakah kisah

Ciracas, 22 Oktober 2017

Sabtu, 21 Oktober 2017

Menulislah

Kuhabiskan sisa hidup diperjalanan
Sia-sia
Tentu tidak
Sampai ada yang menahan
Sudah cukup perjalananmu

Ya ada yang menahan
Sudah cukup perjalananmu suamiku
Kalimat yang paling aku tunggu
Aku impikan
Berharap tentu, tapi siap kecewa
Siap tidak ada yang menahan
Siap berjalan sendirian
Siap dengan tantangan sendirian
Siap dengan segalanya

Sedangkan awan tetap tidak pernah sama bentuknya
Tetapi tetap ada
Layari sudah segalanya
Kau nanti tahu dimana tempat singgah yang baik

Harus bertemu tentu tidak
Menuju tempat
Dan masih dalam perjalanan

Jakarta Timur , 21 Oktober 2017`

Sudah

Sudahlah, cukup jatuh cinta
Jangan kau tebar benih rasa terlalu banyak
Bukankah pada akhirnya akan berakhir juga
Ya cara berakhirnya yang berbeda

Disini bukan tempatnya bermain
Ingat tujuan untuk mencari uang

Susukan, Ciracas, Jakarta Timur 21-10-2017

Jumat, 20 Oktober 2017

Mengerti

Terima kasih sudah mengerti
Terima kasih sudah menasehati
Sebab datang dengan nekad tentu tidak membuahkan hasil yang baik

Persiapkan diri
Tentu dengan sesuatu yang sudah ada

Darisanalah saya merasa aku butuh

Jakarta, 20-10-2017

Kamis, 19 Oktober 2017

Celoteh Senjaku

Ingin ku kabarkan kepada dunia
Bahwa aku memang mencinta
Ingin kukatakan pada semua
Bahwa aku sedang jatuh cinta
Padamu, benar kepadamu

Ku ambil pisau
Ku ambil palu
kuhujam kejantungku
Agar aku tak bernafas lagi
Jika aku tidak bersamamu

Sulit untuk mendapatkan
Mati aku hadapi
Kelak aku akan pergi
Jika memang bukan disini

Kau perempuan yang mengunci hati
Jika kau dekatku bergandengan tangan bukan tanganku
Hancur lebur harapan ini
Akhiri saja kisah
Lalu pergi berjalan jauh meninggalkan desa

Lepaskan
Luka
Lepaskan

Kau Yang Baru

Sempat menjadi pengagum rahasia
Melihat-lihat jauh lalu ya sudahlah
Tidak ada harapan

Lalu tiba waktu untuk berani
Pelan namun tidak sia-sia
Tidakkah nanti berakhir sama
Pencipta yang tahu

Mulai mengenal dan mendengar suara
Mulai bertanya dan bercada ria
Mulai segala dari tidak ada menjadi ada

Ketakutan
Ada
Yang dulu sudah hilang
Mengalirlah
Berhentilah ditempat yang indah

Berusahalah lebih keras
Sebab pantas dia mendapatkan
Kau hadir diwaktu tepat
Aku mengira awal hanya bercanda
Namun ternyata begini cerita saat ini

Sulit merangkai kalimat
Namun aku tetap mencoba
Menikahlah denganku
Jadilah
Mari bahagia bersama
Temani aku dari tidak ada menjadi ada

Setelah Kutinggalkan

Mencari sampai jauh
Setelah kutinggalkan pulau sumatera
Kujatuh cinta
Kuditarik kembali kepadanya
Pada pulau sumatera

Mencari menemukan
Cahaya kebaikan
Kau tidak pernah kita berjumpa
Namun berani kau menginkat hati untuk siap terluka

Ini tidak yang pertama
Aku yang tidak akan berhenti
Aku yang akan terus berjuang
Hadirlah
Betahlah
Mungkin nanti bahagia
Namun siapkan hati
Untuk luka
Kecewa
Merana

Bahagia tentu ada
Tapi tidak mudah sampai pada bahagia

Senin, 16 Oktober 2017

Kenapa Aku Mulai Menyukaimu

Kenapa aku mulai menyukai
Karena kau generasi penghafal Al Qur'an
Karena kau pembaca Al Qur'an
Karana kau melaksanakan perintah Al Qur'an

Bukan kah aku tak pernah berjumpa denganmu
Itu bukan masalah
Sebab aku akan menemui

Kau doakan saja yang terbaik
Kita dan takdir kita

Jika aku sudah bersamamu
Tidak aku berjalan sendiri lagi

Cahaya Kebaikan

Minggu, 15 Oktober 2017

NURHASANAH

pelan-pelan aku mulai menulis
tentang Nur tentang Hasan yang
berakhiran Ah
kuberanikan menyapa
lalu kucoba menyentuh tepat dihatinya
sampai sekarang masih dalam
mencoba,
nanti kita bisa berjumpa
jika sendiri masih berjalan
kita lanjutkanlah berdua
seperti yang orang banyak bilang, kau
juga pernah tulis
pantaskanlah
kira-kira begitulah akhir dari kisah

Minggu, 08 Oktober 2017

Air Bangis Aku Bangga

Ndo kan lupo bage mbo samo kampuang ndo
Nan joleh kinin ko bajalan jauh ambo dulu
Sakali-sakali baliak juo teh nyo
Koma pulo teh kan pulang
Kalau indok pulang ka  kampung
Jauh teh tan malaka bajalan le, dunia ko yang dikalilinginyo
Balik juo jadinyo tan malaka tu ka kampungnyo

Kok dapek iduk sonang di kampuang ughang yo basyukurlah awak pulo
Biso juo pulang kampung
Tapi kok zoki indo lai yo ba a le, tahankan ajolah dulu
Toghuh bausaho, mano tau dijadikan tuhan juo awak ughang kayo,

Kinin ko baghu dipayakumbuh ambo
Ontah lamo disiko ontah sabonta ndo lo tau mbo ndo
Yang penting ambo bajalan ajo dulu
Untuang-untuang lai sonang akhirnyo

Ghindu kampuang indok
Tapi taghagak ajonyo

Aia Bangih kampuang ambo
Bagga mbo jadi ughang aia bangih
Sebab kok indo lai aia bangih tu ndo lai kampuang mbo ndo

Kamis, 05 Oktober 2017

Meminta

Kali pertama saya meminta pada yang jauh
Semoga tidak kecewa
Sebab rasa kecewa meninggalkan bekas

Mencoba lupa jangan
Sebab semua sudah dilewati

Selasa, 03 Oktober 2017

MENCARIMU

Telah lama
Lumayan sebenarnya
Jika ini dikatakan jauh
Tapi tidak
Masih di tanah minang aku
Tapi tidak di tanah dimana aku pernah besar

Payakaumbuh
Cubadak Aia
Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi
Tidak ada yang tahu apa yang akan aku alami
Tidak ada yang tahu apa yang akan ada di depan nanti
Yang jelas ada
Ya ada untuk ku

Minggu, 01 Oktober 2017

Meninggalkan Kampung

Hari minggu satu oktober dua ribu enam belas
Aku pergi meninggalkan kampung halaman
Mempertaruhkan segalanya
Untuk kembali dengan kebahagiaan dan kebanggaan
Laut yang sempat memberi kehidupan aku tinggalkan
Pada gunung aku titipkan harapan
Perjalanan hari ini
Ada air mata meski tidak menetes
Sudah kuputuskan aku akan berjalan
Meski sendiri
Namun tuhan selalu bersama di hati
Selamat menempuh perjalanan
Aku Maulana Ihsan