Sabtu, 21 April 2018

Untuk Sarjana Guru

Wisuda
Lalu apa
Apakah kau bingung
Atau kau santai saja
Atau kau bangga
Atau kau tak mengerti apa yang terjadi

Wisuda
Apa kau berpikir setelah wisuda kemana
Apa kau takut tidak tahu harus kerja dimana

Kau sarjana guru
Jadi kau bisa hidup dan menghidupi dimana saja

Saya Rasa Seorang Guru

Saya rasa
Tidak seharusnya seorang guru takut berjalan jauh
Tidak seharusnya seorang guru bingung
Apa yang mau saya kerjakan
Saya rasa begitu

Saya rasa
Cukup waktu yang dulu
Waktu diajarkan bermacam-macam hal

Saya rasa
Guru bisa hidup dimana saja
Guru bisa hidup dan menghidupi dimana saja
Saya rasa guru tidak penakut

Kamis, 05 April 2018

Antara Hati dan Prambanan

Aku ingin mengajakmu
Tidak berdua saja kita pergi
Tapi bersama keluargamu dan keluargaku
Saat ini aku belum sanggup

Antara hati dan prambanan
Sudah pernah aku merasakan rasa yang seperti ini
Sudah beberapa aku merasakan hasil yang sama
Tapi aku tidak pernah takut mengulang lagi
Aku sudah siap dengan segala kemungkinan terburuk

Tentu waktu tidak akan berhenti
Semua orang akan terus berubah
Semua tidak akan teras sama
Seorang diri aku sudah biasa
Mendengar lagu
Menulis puisi saja
Kadang menulisa cerita yang satupun sampai hari ini tidak selesai

Prambanan
Kisah seribu candi yang tidak selesai dan berakhir luka
Sama dengaN kisah-kisah yang kutulis
Tak pernah selesai
Sama dengan puisi ku yang berakhir luka

Kini sebenarnya aku biarkan saja
Aku tidak memaksa
Antara hati dan prambanan
Aku ingin dekat tapi aku ingin pergi jauh

Jakarta Selatan, 5 April 2108

Aku dan Mengingat

Tidak jauh sebernarnya 
Tidak juga lama sebenarnya
Ditahun-tahun dulu kita pernah bertemu
Aku hanya malu untuk menyapamu
Aku hanya takut kau tak melihatku
Aku dan mengingat

Tempat yang indah
Mengingatmu selalu didepan
Waktu itu masih sekolah dasar
Kau salah satu dari beberapa orang yang pernah maju kedepan
Sedangkan aku hanya duduk paling belakang
Aku dan mengingat

Saar disekolah menengah kita pernah sekelas
Tapi tidak sampai tamat
Aku sudah di pindahkan ke kelas lain 

Aku dan mengingat
Tiba-tiba kau menghilang 
Terdengar kabar kau sekolah keluar
Tidak jauh sebenarnya 
Namun waktu itu aku sempat kehilangan
hahahahahah

Aku dan mengingat


Jakarta Selatan, 5 April 2018

Selasa, 03 April 2018

Perjalanan Sendiri

Perjalanan sendiri
Dulu ini bukan tentangmu
Namun pelan - pelan sekarang ini tentangmu

Tidak banyak perbendaharaan kata ku

Seperti biasa
Aku siap patah, siap hancur, tapi tidak pasrah
Hari ini sabtu akhir maret 2018
Aku duduk sepuluh menit di borobudur
Memandang candi memikirkan mu
Apa mau kau "kesini" denganku
Atau aku "kesana" dekat dengan mu
Apa kau mau "jauh"
Atau aku "mendekat" padamu
Atau kau akan benar patahkan aku

Memang berharap selalu pada tuhan
Jika pada manusia
Jelas aku harus siap kecewa

Perbendaharaan kataku sedikit saja

Pagi sekali aku sampai di prambanan
Menyenangkan sampai disini
Lelah, haus, lapar
Aku melihat sepeda
Sepertinya menyenangkan bersepeda
Mengelilingi prambanan bersamamu

Aku tersenyum
Kau tahu kisah tentang prambanan
Aku mau mencoba
Bukan seribu candi yang aku buat
Tapi seribu puisi akan ku tulis untukmu
Aku tersenyum
Aku sedang sendiri
Menatap prambanan dari jauh

Sampai aku diperjalanan pulang
Tapi tidak akan bertemu denganmu
Tiba aku di jakarta
Ingin lanjut ke sumatera
Tapi aku belum punya-apa apa
Perbendaharaan kata ku belum seberapa
Aku masih menata
Tidak punya apa-apa

Lagu yang ku dengar pagi ini dihari kedua dalam April
Aku memaksa
Agar jelas jawabannya
Batu juga diam, kau kan bukan batu
Aku merasa kau tau lagu itu

Jakarta Selatan

Untuk Refmi Yulina

 Setiap orang punya "jalannya"
Ciptakan jalan mu
Jangan sampai membusuk dalam ingin saja
Jadilah "aku sudah" dalam banyak kisah
Tidak harus semua
"Ingat"
Setiap orang punya "jalannya"
Ciptakan jalan mu
Jangan sampai membusuk dalam ingin saja

Selamat pagi
#ibp_perjalanan

Jakarta Selatan, 3 April 2018

Terima kasih sudah mengingatkan aku tentang ibu Indonesia


Jika kau tak tahu Syariat Islam
Dan Yang kau tahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Aku juga merasa begitu, meski aku hanya sedikit tahu tentang syariat islam
Lebih cantik dari cadar
Jika kau bilang lebih cantik dari cadar tentu aku setuju
Sebab cadar yang aku tahu hanya penutup agar matamu saja yang telihat oleh ku
Gerai tekukan rambutnya suci
Jika kau katakan gerai tekukan rambutnya suci, Sesuci kain pembungkus ujud tentu aku juga setuju
Sebab tekukan rambut ibu indonesia yang kau katakan memang selalu dijaga bermacam cara menjaganya, tidak sama di setiap pelosok bangsa 
Jika kau katankan Rasa ciptanya sangatlah beraneka dan Menyatu dengan kodrat alam sekitar tentu aku juga setuju
Begitu banyak hasil cipta karya ibu indonesia, hanya saja tidak semua orang mengakui itu
Jika kau katakan Jari jemarinya berbau getah hutan dan Peluh tersentuh angin laut
Maaf aku tidak sependapat denganmu, coba kau bau lagi semua jari – jemari ibu indonesia, akan lebih banyak bau yang akan kau temukan


Jika kau mengingatkan aku uintuk melihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanku semakin asing, Supaya aku  dapat mengingat, kecantikan asli dari bangsaku
Tentu aku berterima kasih kepadamu, saling mengingatkan itu penting menurutku, kadang aku juga bisa lupa akan bangsaku
Aku tentu ingin melihat yang cantik,tapi aku tidak ingin menjadi cantik, aku ingin menjadi sehat, aku ingin berbudi berbudi, dan sangat ingin menjadi  kreatif
Aku sudah di duniaku, di bumi Ibu Indonesia

Jika kau benar tak tahu syariat Islam
Dan Yang kau tahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok dan lebih merdu dari alunan azan
Tentu aku hanya bisa tertawa saja
Aku tahu kegelisahanmu
Kau katankan Gemulai gerak tarinya adalah ibadah, Semurni irama puja kepada Illahi
Kau katakan Nafas doanya berpadu cipta, Helai demi helai benang tertenun, Lelehan demi lelehan damar mengalun, Canting menggores ayat ayat alam surgawi
ya memang begitu dari dulu, aku meraskan itu

Pandanglah Ibu Indonesia
Tentu aku akan pandang ibu indonesia
Jangan kau harap pandanganku semakin pudar
Pandangku tidak akan pudar karena kau sudah mengingatkan aku
Hingga aku dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsaku
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.
Aku tahu

Terima kasih sudah mengingatkan aku tentang ibu Indonesia

Jakarta Selatan, 3 April 2018