Kamis, 16 Juni 2022

Mendengar Kau

Kau
Ada rasa yang beda 
Mendengar kau berbicara
Kau belum tidur lalu bercerita
Tertawa

Aku terlarut dalam diamku mendengarkan kau 

Rabu, 15 Juni 2022

Contoh Surat Dari Mantan

 Hai,

Aku menulis ini sambil membayangkan kamu yang tiba-tiba kembali lagi saat itu...

Sengaja aku wanti-wanti agar tetap kaku dan dingin mengokohkan tameng hatiku agar tidak mudah luluh. Namun seiring waktu, kamu yang berbagi tulisan dalam video, kamu yang kembali dengan nada-nada akustikmu, kamu.... aku memutuskan berdamai dengan hati. Tulisan ini bukan umpatan penyesalan tentang betapa tidak berpendiriannya aku untuk tidak lagi lebur dalam rasa. Setidaknya aku berterima kasih, karena membuatku kembali untuk merasa, dan aku kembali menyadari, ternyata hatiku tidak sebegitu getirnya menerima asa. Sabtu kemarin, terima kasih untuk kabar yang kau janjikan. Meskipun waktu tenggangnya masih cukup untuk menunggu. Aku tahu itu bukanlah hal yang mudah untuk diutarakan. Terima kasih telah memyampaikannya dengan indah tanpa aku merasa sakit sedikitpun. Sambil membaca tulisanmu, Tuhan membelaiku dengan angin, Tuhan mendamaikan aku dengan derasnya suara hujan, Tuhan memelukku dan aku bahagia. Aku tidak menangis maupun membathin karena sejak awal aku memutuskan hanya mengikuti skenario Tuhan. Dari sekian alur yang aku didalamnya, akhirnya aku mengerti ternyata seperti ini rasanya ikhlas, melegakan.

Yang coba aku pahami adalah, 

"Kita tidak saling memberi harapan...yang kita lakukan hanya mengupayakan takdir.

Namun jika Tuhan tidak berkenan bukan andil kita untuk saling menyalahkan ataupun merasa kalah..."

Rencana Tuhan selalu tepat

Tidak ada yang kurang maupun berlebih...

Tentang kekosongan yang masih menghampa di hati, semoga kelak terisi dengan gejolak yang lebih bercahaya, sehingga menghantam temaram sepi, di masing-masing kita.

Aku masih menjadi tari yang penasaran, bagian mana dari puisi-puisimu yang ada aku didalamnya😊 namun setidaknya dalam "pecahan katamu" ada aku dan tentang aku disana. Pecahan hatiku sangat berkilauan saat itu, bahkan masih sampai sekarang. Terima kasih "aku senang".

Maaf membuatmu membaca tulisan panjang ini, setidaknya aku memberitahumu bahwa tentang apa yang aku perankan dengan kamu sampai saat ini tidak sedikitpun aku menyesal. Aku senang kamu ada dimasa kecilku, dekat di masa aku yang masih dengan pencarianku sampai saat ini.

Maaf kembali jika disaat-saat hatiku tertaut denganmu, aku pernah mengukir salah yang membuat mu patah ataupun marah.

Aku tidak lagi berakhir dengan memutus dan mengoceh tentangmu dalam kata-kata lalu berharap kamu membaca dan menyadarinya bahwa yang aku maksud itu kamu😅🤭

Mari kita untuk tetap berteman, bertukar kabar, lalu berbahagia. Tempatmu masih tetap istimewa bagiku. Meskipun terkesan lawas, tidak ada yang salah dengan kata sahabat kan teman?🥰