kita baru kenal aku langsung ingin melamar dan mengajak menikah
Untukmu perempuan yang menemukan aku di dunia maya, terima kasih telah hadir dalam hidup ku, ini sunggug rencana Tuhan yang membuat aku bahagia. Tuhan masih perhatian kepadaku, aku dipertemukan denganmu meski aku tak tahu dimasa depan nanti apakah kita tetap bersama atau tidak, namun yang pasti kita akan berpisah sebab kematian selalu memisahkan siapapun didunia.
Untuk perempuan yang menemukan akau didunia maya, kelak kau akan tahu seberapa akau serius ingin melamarmu. Sejak kau menemukan ku dan salam pertamamu aku selalu berusaha untuk terus merenung dan terus bertanya kepada tuhan apakah benar kau jodoh yang di takdirkan untukku atau kau perempuan yang akan menjadi kenangan dalam hidupku.
Aku sangat ingat tentang pertemuan pertama kita, kau tahu saat kau datang naik sepeda motor aku sebenarnya melihatmu, saat kau bilang kau sudah sampai aku sebenarnya sudah tahu. Aku sangat ingat saat aku menelfon dirimu di saung itu, aku disini aku dielakangmu, aku di kanan mu. Saat itu debar jantungku sungguh tidak satabil, kiranya seperti habis berlari jauh.
Lumayan lama kita bercerita tentang masing-masing, kau bertanya kenapa aku daftar di situs ayonikah.com, aku tak punya waktu lagi untuk mencarinya langsung, aku tak ingin lagi berlama-lama kenal lalu tak menjadi. Sudah cukup apa yang terjadi selama ini. Kau bercerita tentang mu, aku bercerita tentangku, aku bercerita dengan pelan sekali dengan bahasa indonesia yang tidak baik dan tidak benar, kadang kau bertanya lagi setelah aku bicara. Saat itu hatiku kacau, bagaimana mencari bahasa yang tepat untuk menyampaikan apa yang ingin aku sampaikan.
Saat kau bicara, kau bicara kadang terlalu cepat , kadang kau tak memberiku jeda untuk bicara, tapi aku suka, aku pandang saja wajahmu yang hanya sekali-sekali menatapku. Kadang kau tersenyum, ada satu moment yang aku ingat saat itu aku agak bercanda sedikit tentang apa yang kita bicarakan, tiba – itba kau tepuk manja pahaku, ohh tuhan semoga rasa ini tidak termasuk dosa. kali pertama aku merasakan lagi geteran yang tidak biasa, saat itu adalah saat yang istimewa dari pertemuan pertama kita. Maaf untuk itu aku selalu mengingatnya.
Sebenarnya hari itu aku tak ingin cepat kembali, aku ingin mengenalmu lebih lama lagi, sebab jarak yang kutempuh untuk bisa bertemu denganmu lumayan untuk membuat seseorang yang sepert aku lelah, aku ini mabuk darat, untung tidak muntah diperjalanan. Namun aku kalahkan ingin hati untuk lama, aku kembali dan ktia sudahi pertemuan hari itu. Aku kembali dan kaupun kembali .
Pertemuan kedua kita, ini masih dalam rencana tuhan, hatiku kembali tergerak ingin bertemu dirimu, ingin lebih mengenalmu, ingin mengenal kelaurgamu. kau tahu bagaimana diluar dugaan semua perjalanan aku menuju rumahmu, sampai-sampai aku salah naik angkutan, namun pada akhirnya aku sampai juga kerumahmu. Aku kira jalan kesana sama tidak akan membuatku kesulitan, maaf untuk ini, aku bukannya ingin mencaci tapi jalan itu memang diluar dugaanku.
Untuk perempuan yang menemukan aku di dunia maya, pertemuan kedua ini sungguh membuat aku merasa menjadi pria. Bahagia tentu iya, bangga juga iya, aku kau kenalkan dengan keluargamu, memang ini bukan yang pertama aku datang dan membuktikan bahwa aku benar serius ingin melamar seorang perempuan, namun ini bentuk dari usahku menemukan jodoh yang sudah ditakdirkan tuhan kepadaku. Kau hidangkan air bening kesukanaanku, ternyata kau masih ingin aku tak bisa meminum yang terlalu manis, dan terima kasih untuk itu. Aku juga kauk suguhkan makanan yang seingatku baru pertama aku makan, aku lupa namamnya tapi enak.
Untuk perempuan yang menemukan aku di dunia maya, terima kasih untuk setiap makanan yang sudah aku makan dan membuat aku kenyang dirumahmu. Aku senang dengan sambutan keluargamu, pertanyaan dari bapakmu waktu itu tentang maksud dan tujuan ku datang sebenarnya ingin aku langsung menjawab setelah aku menarik nafas dalam dan aku lepaskan. Namun tiba-tiba saja ibumu sudah memberi sendiri jawaban “hanya bersilaturahim”, aku tak tahu apakah arti dari semua itu, aku tak ingin menduga – duga, aku takut jika menduga akan membawakan pada prasangka yang tidak baik. Semoga yang terbaik yang terjadi. Ingin rasanya saat itu aku menjawab namun seperti itulah rencana tuhan, manusia hanya bisa ingin tapi untuk terwujud Tuhanlah yang mengabulkan.
Untuk perempuan yang menemukan aku di dunia maya. Hari ini aku bingung, setelah kau sarankan aku untuk istikharah dan aku menemukan jawabannya tiba tiba kau diam, tak ada kabar lagi darimu
Untuk hal kau diam ini, apakah ini jawaban. Kau tahu diam itu bisa berarti iya dan juga bisa berarti tidak, aku sangat butuh jawabanmu tetang apa yang akan kita lakukan selanjutnya, sebab jika berlama-lama hatiku jujur sudah tidak bisa untuk sesuatu yang tidak jelas. Maaf jika kau merasa aku mendesak.
Untuk jawabanmu aku sudah siap untuk setiap jawaban, jadi jangan takut ataupun segan. Jawab saja.
Untuk perempuan yang menemukan aku di dunia maya, tulisan ini aku buat unutk mengenang kisah kita, semoga kau membaca hingga titik yang ku buat dalam tulisan ini.
Semoga sehat selalu
Dari Maulana Ihsan
Jakarta Selatan, 21 November 2018
Jakarta Selatan, 21 November 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar