Sabtu, 16 Desember 2017

Gadis Yang Disana

Tentang kamu yang disana
Menghilang entah kemana
Tidak menyalahkan siapa
Kamu tetaplah menjadi kamu

Sudah aku melepaskan
Semuanya
Berjalanlah kamu
Tertawalah
Bahagia lah selagi bisa

Bercerita aku
Tentang rasa ku
Kekecewaan besar dihati
Sebab kau pergi membawa yang benar sulit aku dapatkan saat kau pergi

Jakarta Selatan, 16 - 12 - 2017

Jumat, 15 Desember 2017

Sekiranya

Sekiranya, Nabi Muhammad SAW. itu, hidup pada masa kini, tentu bukan hanya belajar memanah dan menunggang kuda saja, yang disuruhnya. Kemungkinan besar, beliau akan menyarankan untuk belajar Multimedia, Bahasa Inggris, Menjahit, Paralayang, Terjun Payung, Menyelam bahkan Bahasa Isyarat serta belajar Musik.

Wallahu a'lam

[ Allahumma Sholli 'alaa Muhammad ]

Sekiranya yang lain juga bisa

Kamis, 23 November 2017

Kamu Dimana

Aku disini
Lagi aku lakukan
Aku memulai
Kamu dimana
Datangkah kamu menemani
Atau kamu menunggu aku sampai saja
Hujan
Panas
Sunyi
Gelap
Sakit
Tertawa
Sendiri saja aku

Jakarta Selatan, 23 November 2017

Kamis, 16 November 2017

Kerja

Kerja ada dimana-mana
Kita manusia bisa memilihnya
Jia tidak bisa disini bisa disana
Jika tidam ditempat ini bida ditempat yang lainnya

Jangan terlalu memilih
Ingin uang banyk kerja mudah
Jadilah anak orang kaya kalau begitu
Tetaplah berusaha
Kerjakan apa saja yang baik
Jika bekerja kita akan makan
Jika tidak bekerja kita tidak akan makan

Kau tahu keberanian
Itu harus ada
Tetaplah berusaha

Jakarta Selatan, 16-11-2017

Masih

Jika aku bilang tidam terpikirkan
Ada sedikit
Jika aku bilang tidak.menjadi beban
Ada sedikit
Jika aku bilang tidak menyesal
Ada sedikit
Ya hanya sedikit

Namum rasa masih ada
Ada sedikit saja
Tidakkah harus bertahan
Untuk apa
Itu pertanyaan penting
Untuk apa

Laki-laki tidak boleh mengemis mengiba
Biarkan saja dia pergi
Biarkan dia temukan jalannya sendiri

Dimana hari tidur tetap nyenyak
Tidam ada yang hilang terasa
Begitupun pagi, siang dan petang
Biasa saja
Namun ikhlas itu tentu sulit
Sekarang sedang mencoba

Pergilah
Jika kembali nanti
Jangan ke gubukku
Carilah tempat lain
disini kalau hujam basah
Panaspun kepanasan

Selamat jalan

Jakarta Selatan, 16-11-2017

Tuli

Tak kudengar lagi kabarmu
Cukupkah sampai disini
Begitukah yang seharusnya
Kunikmati yang pasti

Seharusnya dari awal

Selamat tinggal

Selasa, 14 November 2017

Fokus

Ya kali ini hanya untuk diri sendiri
Tidak lagi untuk orang lain
Jelas sudah harga diri di injak
Menunggu sejenak saja tidam bisa

Berbohong untuk itu tentu tidak
Disini saya sudah benar merasa di tolak

Jika memang berjodoh tentu akan berjumpa
Tapi tidak akan saya minta
Sebab berbalik arah itu tidak bagi saya
Kecuali, ya itu, kecuali

Sudahlah
Sendiri saja kami diperjalanan
Bukankah sudah biasa sendiri
Ya setidaknya kau bebas ingin berbuat ap

Selamat

Jakarta Selatan, 14-11-2017

Kamis, 09 November 2017

Tidak Pulang Saya

Sesekali rindu juga saya mengajar
Sesekali saja
Akan banyak hari saya lalui
Sepertinya akan ada beberapa kesempatan yang akan terlewatkan

Aku ingin pemandangan indah
ada gunung ada danau ada laut
Sepertu yang pernah aku gambarkan dulu di sekolah dasar

Sekarang aku bekerja disini
Merawat seorang pria yang sudah tua
67 Tahun usianya

Aku laukan yang terbaik saja yang aku bisa
Hasilnya serahkan pada Allah saja
Setiap hari aku bersyukur
Masih ada tempat untuk tidur dan makanan untuk dimakan
Masih bisa saya bernafas

Jakarta Selatan, Fatmawati
Aspen, 9- November -2017

Minggu, 05 November 2017

Saya

Dapat saja saya tempat makan tempat berteduh sudah cukup
Tak perlu banyak uang rasanya dikota ini
Ingin cepat pindah

Disini apapun bisa jadi pekerjaan
Saya tak menyangka akan bekerja ini
Bukan mengeluh
Tapi saya hanya tak menyangka saja

Meski tak melihat matahari
Tak melihat bulan
Saya tahankan saja disini

Saya bukan laki-laki lemah
Yang mengeluh dan mengeluh
Apapun akan saya kerjakan meski supaya besok bisa makan
Ini adalah pilihan
Saya tinggalkan kenyamanan
Saya berlayar menuju gelombang dan badai besar

Tidak berteman
Saya sendiri
Sekali lagi saya sendiri
Tidak berteman
Saya akan mencari samudera luas yang gelombang dan badainya lebih besar

Jakarta Selatan, 5 November 2017

Minggu, 29 Oktober 2017

Sudah Terjadikah

Sudah terjadikah bosan itu
Diusirkah aku
Terima kasih sudah mengingatkan
Mungkin benar begitu

Harus lebih cepat aku pergi

Jakarta Timur, Ciracas 29-10-2017

Untuk Konco Arek Bongak

Sudah pernah rasanya aku menulis tentang konco arek yang satu ini

Refmi Yulina namanya
Dulu dia penggemar ZigaZ Band
Bangga sangat dia
Ceritanya di kota padang
Merayakan ulang tahun Kronzi
Antahlah
Penggemar setia memang kadang gila
Merayakan ulang tahun dengan hanya dua penggemar
Aku menemani saja

Pernah suatu waktu
Konco arek bongak
Kenangan ini sulit aku lupakan
Kami ke padang panjang
Lalu ke bukittinggi
Berdua saja kami pergi

Tak tahu dia ingat atau tidak
Tapi satu yang aku sesali
Aku tak pernah gandeng tangannya saat berjalan
Kenapa aku tidak berani ya
Apa aku takut jatu hati padanya
Mungkin

Sekarang dia di kota padang
Katanya mau merantau
Ditinggalnya kampung
Ditingalnya pekerjaan
Dia nekad
Belum ada yang kutemui senekad dia

Sabar saja
Jalanmu tidak akan hilang
Teruslah melangkah
Kau akan tahu pengalaman itu sangat mahal harganya

Selamat berjuang kawan
Konco arek bongak
Selamat menikmati perjalanan
Cepatlah kembali
Jangan berlama-lama disatu tempat
Sebab kau sudah semakin tua

Jakarta Timur, 29-10-2017

Sabtu, 28 Oktober 2017

Untuk Sahabat

Rindu aku bertemu kalian
Tak pernah lagi kalian menyapa
Mungkin sebab sudah sibuk dengan keluarga

Aku sekarang jauh dari kalian
Mengingat aku tentang kita
Saat kau meminta nanas
Harus belinya dipasar
Kau sedang mengidam

Saat aku datang menemuimu jauh ke bukittinggi
Kau belikan aku ayam goreng untuk bekal perjalanan pulang

Semoga kelak dihari depan nanti kita bisa bertemu
Bercanda lagi seperti dulu
Kalian sahabatku
Sudah lewati badai
Sudah lewati gelombang

Ingat saat berjumpa disebuah kedai lontong di kota padang
Saat itu aku yang salah
Kenapa aku tidak memelukmu
Meminta maaf
Sebab jelas sangat itu salahku

Pernah dulu aku gandeng tanganmu waktu ngidam
Alamak berjalan di taman
Kau ingin difoto
Ku foto saja tangan kita

Kau datang kerumahku
Meski sebentar tapi berkesan
Menetes air mata
Cengeng sebenarnya
Tapi setelah kau pergi

Aku salah juga
Masih jelas dalam ingatan
Saat kau sedang butuh aku
Aku tidak hadir
Seharusnya aku ada disana
Harusnya aku yang mengantarmu kerumah sakit

Malam ini aku mengenang kisah kita
Mengenang kalian berdua
Semoga kalian bahagia
Meski kita tidak bertemu lagi
Dan entah kapan akan berjumpa
Aku rindu kalian

Untuk sahabatku AP dan AM

Jakarta Timur, 28 Oktober 2017

Bebas Jalan Sendiri

Bukan salah
Namun sudah terjadi
Seharusnya tidak aku memulai
Sendiri berjalan itu lebih bebas
Menyenangkan
Tidak ada beban
Hanya pikirkan diri sendiri

Kalau berteman
Tidak bebas hendak pergi kemana
Terlalukah aku cepat bosan

Lamalah semua rasa ini
Ingin aku mengakhiri
Aku ingin berjalan sendiri
Masih banyak tempat yang ingin aku kunjungi

Aku ingin bebas
Namun apa daya
Hati sudah siap patah

Jakarta Timur, 28 Oktober 2017

Jumat, 27 Oktober 2017

Tanah Kampung

Dua puluh tujuh hari
Aku tinggalkan tanah itu
Halaman yang setiap purnama selalu digenangi air laut
Jalan yang mulai ramai

Sebelas hari sudah aku tidak dipulau sumatera
Apa yang sudah aku lakukan
Meninggalkan segala kenyamanan yang ada

Tidur diatas kardus
Hidup menumpang
Untuk makanpun menumpang
Segalanya menumpang

Mencari pekerjaan memang tidak mudah
Namun rezeki tidak akan pernah salah tempat

Jika bukan disini
Tentu pelan-pelan aku juga melangkah lagi

Kampung halaman selamat tinggal
Tidak tahu aku kapan kembali
Mungkin nanti
Ketika tubuh terbujur kaku sendiri

Jakarta, ciracas, 27 Oktober 2017

Jodoh

Kau benar berjodoh dengan apa yang aku kirim
Apa denganku juga?
Meski salah alamat tapi sampai juga padamu akhirnya
Harus masuk pada tumpukan yang tidak jelas tujuannya
Entah dibuang atau dikembalikan pada pengirimnya, jika tak berjodoh denganmu yang aku kirim itu

Jodoh, hmmm jodoh ya
Berjodohkah kita
Kau tinggal dibagian barat
Aku berjalan ke arah timur
Bertemukah kita nanti

Sedari awal aku sudah mulai memikirkan jarak
Namun berani saja memulai sudah bagus untukku
Sebab aku sudah siap untuk kecewa
Lagi, ya kecewa lagi
Atau kau yang aku kecewakan

Nurhasanah
Gadis Sarolangun indah suaranya
Kau tau apa sebenarnya yang membuat aku mulai jatuh cinta lebih banyak setiap harinya
Mari kita buktikan jodoh itu sudah ditetapkan

Sekali lagi
Kau tinggal dibagian barat aku berjalan ke arah timur
Bertemukan kita nanti

Jakarta Timur, Ciracas, 27 Oktober 2017

Kamis, 26 Oktober 2017

Gelisah

Selalu aku beri semangat hati
Diri sendiri
Meski kadang sudah letih juga terasa
Jauh tidak terlalu jauh
Namun langkah tentu tidak berhenti
Berbalik arahpun adalah salah

Lalu pasti ada yang bertanya
Apa yang sedang dicari
Apa yang di inginkan
Bukan kah semuanya sudah ada didepan mata
Untuk apa terus berjalan

Jangan cemas kawan
Biar gelisah ini habis
Biar gelisah ini pergi
Setiap orang berbeda-beda
Ada yang gila
Ada yang pura-pura gila

Lihat saja apa yang bisa kau lihat
Terdiam aku
Biarkan, tak usahlah kau risau
Biar gelisah ini resah
Nanti ditemukan juga yang dicari
Yang tidak akan kau dapatkan
Tentu juga yang tidak aku dapatkan
Bukan milik kita
Bersyukurlah masih bisa beranafas bebas

Ciracas, 26 Oktober 2017

Selasa, 24 Oktober 2017

Kepanikan

Tiba-tiba aku panik, rasanya
Mencari jalan untuk cepat
Jalani prosesnya, jangan gegabah

Rezekimu itu ada
Sebab kau sudah berusaha
Berusahalah sungguh-sungguh

Jangan pani
Kepanikan akan membuatmu tidak fokus
Selamatkan hari ini
Demi hari depan nanti

Jakarta timur, 24 Oktober 2017

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

DATA PRIBADI
Nama : MAULANA IHSAN
Tempat & tanggal Lahir : Air Bangis 10
Oktober 1991
Alamat Domisili : Jln. Asmin 1 No 8 RT 05 RW 03, Kel. Susukan, Kec. Cirasacas, Jakarta Timur
No. HP : 0813 6478 3369
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Belum Menikah

PENDIDIKAN FORMAL
SD 08 Sungai Beremas
SMP N 1 Sungai Beremas
MAN 1 Sungai Beremas
IAIN Padang

Minggu, 22 Oktober 2017

Penghibur

Hiburan dalam perjalan
Jika lebih tentu itu nilai tambah
Mendapatkan tentu bahagia

Biar membawa senyum setiap hari
Menemani perjalanan yang belum berakhir
Mungkin kita bisa

Laut membatasi
Gunung menjulang tinggi
Bersamamu
Aku penghibur
Atau aku dihibur

Ciracas, 22 Oktober 2017

Air

Akhirnya air mata menetes
Membaca, Kangen ya dari adik
Rindu jelas hati ini
Ingin memeluk
mencium membuatnya menangis

Namun langkah sudah jauh
Kembali harus membawa sesuatu
Atau, mati saja disini seperti mamak itu

Tidak pulang
Terbujur kaku sendiri

Jakarta Timur, 22 Oktober 2017

Jika Ada Lain

Jika ada yang lain silahkan
Aku sudah siap hancur lebur
Siap juga untuk memulai lagi
Sudah biasa juga

Jika bersembunyi
Jangan, lebih baik berterus terang
Untukmu aku siap untuk bersaing
Untukmu aku siaplah

Memang pantas kau diperjuangkan
Bukan membandingkan
Tapi kau berbeda
Semoga aku tidak kedua
Semoga bukan pelarian saja

Jelaslah aku bertanya

Ciracas, 22 Oktober 2017

Mencari Kerja

Tekad dan nekad
Mati atau hidup
Gunung sudah didaki
Lautpun sudah diseberangi

Mencari kerja ketanah jawa
Tanah dimana sangat padat penduduknya
Langkah disini harus cepat
Jika tidak cepat tentu akan tertinggal
Jika tertinggal maka bersiaplah untuk terinjak

Ciracas, 22 Oktober 2017

Pagiku

Pagi ini aku menulis
Rasa yang baru
Pada Nurhasanah
Belum pernah berjumpa
Sudah benarkah ini rasa?

Kenapa dia berkata iya
Kenapa tidak
Tentu aku bertanya
Pada siapa
Entahlah, ini cintakah?

Pagi
Kutunggu selalu kabarnya
Oktober 2018 hampir berakhir
Sampaikah pada janji
Siapkah menepati

Atau peghibur sajakah kisah

Ciracas, 22 Oktober 2017

Sabtu, 21 Oktober 2017

Menulislah

Kuhabiskan sisa hidup diperjalanan
Sia-sia
Tentu tidak
Sampai ada yang menahan
Sudah cukup perjalananmu

Ya ada yang menahan
Sudah cukup perjalananmu suamiku
Kalimat yang paling aku tunggu
Aku impikan
Berharap tentu, tapi siap kecewa
Siap tidak ada yang menahan
Siap berjalan sendirian
Siap dengan tantangan sendirian
Siap dengan segalanya

Sedangkan awan tetap tidak pernah sama bentuknya
Tetapi tetap ada
Layari sudah segalanya
Kau nanti tahu dimana tempat singgah yang baik

Harus bertemu tentu tidak
Menuju tempat
Dan masih dalam perjalanan

Jakarta Timur , 21 Oktober 2017`

Sudah

Sudahlah, cukup jatuh cinta
Jangan kau tebar benih rasa terlalu banyak
Bukankah pada akhirnya akan berakhir juga
Ya cara berakhirnya yang berbeda

Disini bukan tempatnya bermain
Ingat tujuan untuk mencari uang

Susukan, Ciracas, Jakarta Timur 21-10-2017

Jumat, 20 Oktober 2017

Mengerti

Terima kasih sudah mengerti
Terima kasih sudah menasehati
Sebab datang dengan nekad tentu tidak membuahkan hasil yang baik

Persiapkan diri
Tentu dengan sesuatu yang sudah ada

Darisanalah saya merasa aku butuh

Jakarta, 20-10-2017

Kamis, 19 Oktober 2017

Celoteh Senjaku

Ingin ku kabarkan kepada dunia
Bahwa aku memang mencinta
Ingin kukatakan pada semua
Bahwa aku sedang jatuh cinta
Padamu, benar kepadamu

Ku ambil pisau
Ku ambil palu
kuhujam kejantungku
Agar aku tak bernafas lagi
Jika aku tidak bersamamu

Sulit untuk mendapatkan
Mati aku hadapi
Kelak aku akan pergi
Jika memang bukan disini

Kau perempuan yang mengunci hati
Jika kau dekatku bergandengan tangan bukan tanganku
Hancur lebur harapan ini
Akhiri saja kisah
Lalu pergi berjalan jauh meninggalkan desa

Lepaskan
Luka
Lepaskan

Kau Yang Baru

Sempat menjadi pengagum rahasia
Melihat-lihat jauh lalu ya sudahlah
Tidak ada harapan

Lalu tiba waktu untuk berani
Pelan namun tidak sia-sia
Tidakkah nanti berakhir sama
Pencipta yang tahu

Mulai mengenal dan mendengar suara
Mulai bertanya dan bercada ria
Mulai segala dari tidak ada menjadi ada

Ketakutan
Ada
Yang dulu sudah hilang
Mengalirlah
Berhentilah ditempat yang indah

Berusahalah lebih keras
Sebab pantas dia mendapatkan
Kau hadir diwaktu tepat
Aku mengira awal hanya bercanda
Namun ternyata begini cerita saat ini

Sulit merangkai kalimat
Namun aku tetap mencoba
Menikahlah denganku
Jadilah
Mari bahagia bersama
Temani aku dari tidak ada menjadi ada

Setelah Kutinggalkan

Mencari sampai jauh
Setelah kutinggalkan pulau sumatera
Kujatuh cinta
Kuditarik kembali kepadanya
Pada pulau sumatera

Mencari menemukan
Cahaya kebaikan
Kau tidak pernah kita berjumpa
Namun berani kau menginkat hati untuk siap terluka

Ini tidak yang pertama
Aku yang tidak akan berhenti
Aku yang akan terus berjuang
Hadirlah
Betahlah
Mungkin nanti bahagia
Namun siapkan hati
Untuk luka
Kecewa
Merana

Bahagia tentu ada
Tapi tidak mudah sampai pada bahagia

Senin, 16 Oktober 2017

Kenapa Aku Mulai Menyukaimu

Kenapa aku mulai menyukai
Karena kau generasi penghafal Al Qur'an
Karena kau pembaca Al Qur'an
Karana kau melaksanakan perintah Al Qur'an

Bukan kah aku tak pernah berjumpa denganmu
Itu bukan masalah
Sebab aku akan menemui

Kau doakan saja yang terbaik
Kita dan takdir kita

Jika aku sudah bersamamu
Tidak aku berjalan sendiri lagi

Cahaya Kebaikan

Minggu, 15 Oktober 2017

NURHASANAH

pelan-pelan aku mulai menulis
tentang Nur tentang Hasan yang
berakhiran Ah
kuberanikan menyapa
lalu kucoba menyentuh tepat dihatinya
sampai sekarang masih dalam
mencoba,
nanti kita bisa berjumpa
jika sendiri masih berjalan
kita lanjutkanlah berdua
seperti yang orang banyak bilang, kau
juga pernah tulis
pantaskanlah
kira-kira begitulah akhir dari kisah

Minggu, 08 Oktober 2017

Air Bangis Aku Bangga

Ndo kan lupo bage mbo samo kampuang ndo
Nan joleh kinin ko bajalan jauh ambo dulu
Sakali-sakali baliak juo teh nyo
Koma pulo teh kan pulang
Kalau indok pulang ka  kampung
Jauh teh tan malaka bajalan le, dunia ko yang dikalilinginyo
Balik juo jadinyo tan malaka tu ka kampungnyo

Kok dapek iduk sonang di kampuang ughang yo basyukurlah awak pulo
Biso juo pulang kampung
Tapi kok zoki indo lai yo ba a le, tahankan ajolah dulu
Toghuh bausaho, mano tau dijadikan tuhan juo awak ughang kayo,

Kinin ko baghu dipayakumbuh ambo
Ontah lamo disiko ontah sabonta ndo lo tau mbo ndo
Yang penting ambo bajalan ajo dulu
Untuang-untuang lai sonang akhirnyo

Ghindu kampuang indok
Tapi taghagak ajonyo

Aia Bangih kampuang ambo
Bagga mbo jadi ughang aia bangih
Sebab kok indo lai aia bangih tu ndo lai kampuang mbo ndo

Kamis, 05 Oktober 2017

Meminta

Kali pertama saya meminta pada yang jauh
Semoga tidak kecewa
Sebab rasa kecewa meninggalkan bekas

Mencoba lupa jangan
Sebab semua sudah dilewati

Selasa, 03 Oktober 2017

MENCARIMU

Telah lama
Lumayan sebenarnya
Jika ini dikatakan jauh
Tapi tidak
Masih di tanah minang aku
Tapi tidak di tanah dimana aku pernah besar

Payakaumbuh
Cubadak Aia
Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi
Tidak ada yang tahu apa yang akan aku alami
Tidak ada yang tahu apa yang akan ada di depan nanti
Yang jelas ada
Ya ada untuk ku

Minggu, 01 Oktober 2017

Meninggalkan Kampung

Hari minggu satu oktober dua ribu enam belas
Aku pergi meninggalkan kampung halaman
Mempertaruhkan segalanya
Untuk kembali dengan kebahagiaan dan kebanggaan
Laut yang sempat memberi kehidupan aku tinggalkan
Pada gunung aku titipkan harapan
Perjalanan hari ini
Ada air mata meski tidak menetes
Sudah kuputuskan aku akan berjalan
Meski sendiri
Namun tuhan selalu bersama di hati
Selamat menempuh perjalanan
Aku Maulana Ihsan

Sabtu, 30 September 2017

Laut Rindu

laut yang akan rindu
maaf sudah pergi saat semua baik-
baik saja
jika ada kecewa
hempaskanlah pada laut
rindu akan terus mencari tumpuannya
masih banyak yang ingin ditempuh
tidak bisa sama dengan semua orang
jalanku akan kuceritakan nanti
menulislah
sampai tidak bernafas lagi

Ada yang jauh disana
Mungkin sedang menunggu
Usianya sudah bertambah
Tetaplah jadi baik
29-09-2017

Sabtu, 23 September 2017

Senja

Ingin aku pergi
Pergi lagi dan lagi
Mengumpulkan rupiah demi rupiah

26 tahun sudah
Belum bisa mengumpulkan
Harus bisa

Menjadi Nelayan

Pergi ketika azan magrib berkumandang
Pulang tengah malam
Mencoba menjadi nelayan
Aku dipulau panjang

Ingin keluar
Tapi langkah sudah tertahan
Mencoba melepaskan
Semoga lepas
Pergi

Minggu, 27 Agustus 2017

Selamat Pagi

kau kotori lalu kau bersihkan
itu saja yang kau lakukan sepanjang
masa
setelah dibangun lalu kau hancurkan
itu saja yang terjadi
kau bilang katakan tidak
diam-diam kau selalu katakan Iya
meskilah kita harus sadar akan tugas
dan tanggung jawab
tapi kau sering lupa dan juga sengaja
melupakan
merasa tahu segalanya jadinya
namun begitulah adanya yang terlihat
# ibp_selamat_pagi

Hidup

jika kau lebih mengenal, maka kau
akan mulai merasa suka
# ibp
kita pernah pecah belah dan saling
membunuh
berhentilah membenci
sebab keadlian akan hilang tidak
kembali jika kau tetap membenci
menulislah, dengan menulis
keresahanmu bisa teratasi
jangan takut
namun jangan pula mencaci
cuma satu kita diberi nyawa
jangan pernah menjadi sia-sia

# ibp_hidup

Tahu kau

Tahu kau teman
Burung masih berkicau disini teman
Suara juga jelas disini teman
Masih awal disini teman

Tahu kau teman
Ada gadis cantik disini
Kecil tapi tidak mungil teman
Sekarang dia berbaju dasar hitam
Kerudungnya merah jambu teman
Menutupi punggung dan dada depannya teman
Cantik dia
Bergincu merah juga dia teman

Tahu kau teman
Siapa namanya
Dimana rumahnya
Berapa no hpnya

Sekarang hari rabu teman
Dia ternyata mengajar matematikan teman
Suaranya lantang

Tamiang ampalu, 19-07-2017

Untuk Kamu

Dunia yang indah
Seperti senyummu

#ibp_ilmu_hitung
_untukmu

Rabu, 23 Agustus 2017

Bada talangga atau malangga

Hari ini kamis 14 - 07 - 2017 saya ikut menjadi nelayan
Meski besok mengajar

Apakah ini pekerjaan utama
Ataukah ini hanya sambilan saja
Semoga badan ini turun beratnya

Saya pergi bada talangga
Asik
Melihat bada berenang dilaut
Aku pulang jam 11:53 wib
Selamay malam

Kamis, 18 Mei 2017

Syofia .

Sering aku gelisah
Ketika aku rindu
Iya benar
Aku rindu kamu

Datang juga waktunya aku tidak mampu
Iya tidak mampu memendam
Benarlah adanya aku rindu

Bukan ingin bertemu atau mendengar suaramu
Tapi aku merasa aku rindu
Aku sedang rindu

Syofia

ibp-AirBangis-mai-2017

Masih Sama Rindu

Datang lagi
Masih sama rindu
Masih ingin rasa
Tidak ingin luka
Bahagia saja kita

Kamu
Juga
Masih
Ingin

Semua tidak mudah
Harus ada proses
Entah berapa lama
Namun datang juga
Jika tidak
Tentu tanah galian itu yang pada akhirnya datang juga

Aku tidak berharap terlalu
Sebab kamu manusia

ibp-pulau panjang-27-April-2017

Janji

Janji adalah sesuatu yang harus ditepati
Jangan berjanji jika tidak bisa ditepati
Terasa lama aku menunggu karena janji
Terasa lama malam datang menunggu janji

Pagi ku tunggu pada akhirnya
Dari pulau kecil ke pulau besar
Bergelombang menujunya
Pada manusia memang tidak harus berharap
Pada Allah kita berharap

Hanya Allah yang mengatur segalanya
Sebab aku sudah berjalan
Tidak jauh tapi tidak terlihat istanaku

Gelombang-gelombang kehidupan

ibp-pulau panjang-27-April-2017

Jumat, 10 Februari 2017

Lagu hatiku

Jangan jangan pergi kasih
Tetaplah disini
Aku mencintai

Berulang kali
Aku katakan
Jangan pergi ke kasih

Berulang kali
Aku katakan
Aku masih mencintaimu sepenuh hati